Samarinda – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kaltim melaporkan total kasus terkonfirmasi positif di Kaltim sebanyak 3.145 kasus, dengan kasus meninggal sebanyak 125 orang.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Selasa, merinci dari jumlah 3.145 kasus, 1.920 kasus dinyatakan sembuh, 1.100 kasus masih menjalani perawatan medis.
Ishak mengatakan saat ini kasus positif corpna di Kaltim terus meningkat dan status peringkatnya secara nasional. Pada pertengahan Agustus Kaltim masih berada di urutan 17-18 urutan nasional.
“Sekarang sudah bergerak urutan ke-12. Atau bisa menuju ke-11 bahkan masuk 10 besar,” kata Andi Muhammad Ishak.
Selain itu, insiden rate atau angka kejadian kasus COVID-19 ini berada posisi mengkhawatirkan. Di mana per 100 ribu penduduk di angka 48,5. Artinya sekitar 85 orang dari 100 ribu penduduk sudah tertular COVID-19.
Selain insiden rate, lanjut Andi Ishak, “case fatality rate” (angka kasus kematian) juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi dan pesat beberapa bulan terakhir ini
“‘Case fatality rate’ kita sudah menunjukkan angka 4. Sebelumnya kita di kisaran satu dan sekarang sudah menunjukkan angka 4,” ujarnya.
Artinya kasus sebelum Lebaran 2020 hingga saat ini sudah mengalami peningkatan hampir empat kali lipat dari peningkatan kasus kematian sebelumnya.
Sementara itu tingkat kesembuhan bagi pasien positif mengalami penurunan. Di mana, tadinya di angka sembuh mencapai 70 persen, namun sekarang tinggal 61 persen.
“Apabila kita tidak sungguh-sungguh dan serius mencegah penyebaran dan penularannya, maka efek yang ditimbulkan semakin berat sebab menyebabkan banyak kematian,” jelasnya.
Karenanya, upaya pencegahan minimal dari diri sendiri untuk selalu disiplin protokol kesehatan demi menjaga dan melindungi keluarga dan masyarakat dari bahaya COVID-19.(ant)







