Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Tengah Covid-19 Tunggu Edaran Kemendikbud

NUNUKAN – Dunia pendidikan Indonesia sudah siap mengawali pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021dalam situasi pandemi Ccovid-19 dengan tata laksana normal baru. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan masih menunggu Surat Edaran Kemendikbud dalam pelaksanaan ajaran baru.

Banyaknya keluhan dalam proses belajar mengajar dari rumah, tentu bukanlah suatu penghalang, malah ini merupakan tantangan baru yang harus bisa dilalui bersama di tengah Covid-19.

“Kita harus tetap proaktif dalam proses belajar mengajar dan harus bisa dijalankan, jika tidak bisa online maka digunakan secara offline, karena geografis wilayah kita ini sangat berbeda,” kata Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid SE,MM kepada benuanta.co.id, Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Nilai Penempatan 3 Guru Olahraga Pengaruhi Tunjangan Tenaga Pengajar

Lanjut Laura, semuanya itu pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apa lagi kondisi Kabupaten Nunukan sangat berbeda dengan geografis di kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Nunukan.

Bupati Laura juga telah meminta agar kepala sekolah dapat membuat skema masing-masing, bagaimana cara mereka mengatasi persoalan-persoalan ini nantinya. “Kita minta melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan untuk dapat memantau perkembangan yang ada di bawah. Jadi harus menaati protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 saat ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Percepatan Program KDKMP, Kecamatan Sebatik Terima Hibah Lahan 

Terkait dengan ajaran baru bagi Sekolah yang saat ini belum ada aturan baku menjadi acuan, kata Laura, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan diminta untuk menerapkan kebijakan terkait dengan siswa baru.

“Saat ini kita masih menunggu dan saya sudah menyampaikan kepada kepala sekolah agar dapat membuat skema keperotokolan Kesehatan di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan dialog dan silaturahmi dengan kepala sekolah, kepala UPTD, wali murid dan siswa secara virtual se-Kabupaten Nunukan beberapa hari lalu, ada beberapa tokoh dari Krayan Selatan menyampaikan bahwa belum menghendaki pemerintah untuk menerapkan sistem belajar mengajar normal seperti biasa. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran, mengingat wilayah Krayan adalah wilayah dingin yang memudahkan terjadinya penularan Covid-19. Ini yang menjadi pertimbangan para orang tua siswa siswi.

Baca Juga :  Disdik Nunukan Ingatkan Sekolah Swasta Wajib Tertib Legalitas

Ada juga wilayah lain seperti sebuku yang sudah mengatur skema dalam proses belajar mengajar untuk sekolah dan tetap menggunakankan protokol kesehatan, namun masih menunggu aturan edaran yang resmi dari Kemendikbud.

“Kita harus tetap melaksanakan proses belajar mengajar meskipun dengan metode yang berbeda, walaupun tidak seperti biasanya,” imbuhnya.(*)

 

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *