Karantina Mandiri di Desa Atap 11 Orang, Lebih Banyak dari Mahasiswa

NUNUKAN – Puskesmas Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan dalam melawan penyebaran Covid-19, melakukan pencegahan di pintu masuk orang dengan cara melakukan screening. Jika didapatkan orang datang dari zona merah maupun yang sudah terdapat transmisi lokal, maka akan dilakukan pemantauan dan dilakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

Kepala Puskesmas Atap, drg. Adi Mulia Taufik mengatakan, bagi masyarakat yang menjalani karantina mandiri akan dilaksanakan pemantauan selam 14 hari. Ketika tidak ada gejala Covid-19, maka akan diberikan surat keterangan bebas dari Covid-19.

Baca Juga :  Tingkatkan Profesionalisme Petugas, Tim Rescue Damkar Nunukan Latihan Penyelamatan di Ketinggian

“Kami juga melakukan sosialisasi untuk melaksanakan kebiasaan hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun dan jika berpergian gunakan masker, jika tidak ada keperluan yang mendesak lebih baik di rumah saja,” kata Adi kepada benuanta.co.id, Rabu (27/5/2020).

Hingga saat ini kecamatan Sembakung, baik Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala  (OTG), belum ditemukan. Namun yang ada hanya Orang Dalam Risiko (ODR). Hal itu dikarenakan setiap orang dalam perjalanan transmisi lokal atau zona merah akan dimasukkan ke daftar ODR.

Baca Juga :  Damkar Nunukan Jinakkan Karhutla di Lumbis

“Alhamdulillah tidak ada ODP, OTG, dan PDP di Kecamatan Sembakung maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.

Untuk karantina mandiri hingga saat ini ada 11 orang yang dicatat oleh Tim Gerak Cepat (TGC) dan yang selesai karantina ada 45 orang. Orang yang dilakukan karantina ini lebih banyak dari mahasiswa.

Untuk menjaga agar tidak masuknya virus yang tak terlihat ini di wilayah Sembakung, drg. Adi katakan lebih perkuat penjagaan di pintu masuk orang. Karena ia meyakini virus Corona tersebut berasal dari luar.

Baca Juga :  Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang Masih Nihil, Area Pencairan Diperluas

Tidak hanya itu, puskesmas Atap juga telah menyiapkan 1 gedung untuk penanganan pasien Covid-19 ringan di Kecamatan Sembakung. Jika berat akan dirujuk ke RSUD Tarakan maupun Malinau sesuai rumah sakit rujukan Covid-19. “Dalam 1 gedung yang kita siapkan itu ada 5 bed tempat tidur untuk pasien,” jelasnya.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *