Mahasiswa KTT di Yogyakarta Minta Perhatian Pemkab

TANA TIDUNG – Beberapa mahasiswa asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang berkuliah di pulau Jawa, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang dilanda kebingungan dan rasa khawatir.

Pasalnya, selain karena meningkatnya kasus positif corona di beberapa wilayah Indonesia, mereka juga harus memikirkan kebutuhan hidup yang semakin menipis.

Kendati demikian, tentu ada keinginan untuk pulang ke kampung halaman, agar bisa lebih dekat dengan orang tua, juga sedikit meringankan beban orang tua yang harus mengirimkan biaya kuliah. Namun di sisi lain, mereka pun sadar akan konsekuensi jika mereka nekat pulang ke KTT.

“Ingin sekali pulang, tapi karena kami sadar konsekuensinya, bahwa bisa saja kami membawa virus ke rumah, jadi kami urungkan niat dan bertahan di sini (Yogyakarta),” kata Riko, seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) Yogyakarta.

Situasi dan kondisi dilematis seperti ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa KTT di daerah Yogyakarta saja, dirinya yakin situasi dan kondisi seperti ini juga dirasakan teman sekampung halamannya di daerah lain.

“Saya yakin yang merasakan hal seperti ini bukan hanya kami, pasti mahasiswa dari KTT di daerah lain juga merasakan hal serupa,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah KTT harus lebih sigap dalam menyikapi h ini dan bisa menemukan solusi untuk membantu mahasiswa KTT yang berkuliah di luar daerah.

“Pemerintah KTT harusnya bisa lebih cepat, saat ini kami sudah mendata mahasiswa asal KTT yang berada di Yogyakarta, totalnya sekarang berjumlah 20 mahasiswa, selanjutnya akan sampaikan ke bagian Kesra, semoga hal ini bisa membantu pemkab lebih sigap dan tanggap,” kata Riko. (*)

Reporter : Herdiyanto Aldino Bachri
Editor : Nicky

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *