Jatah Preman di Bisnis Togel

Rutin Kasih Setoran, Buka Usaha Togel karena Tuntutan Ekonomi

 TARAKAN – Praktik judi di Kota Tarakan kian tak terkendali. Salah satunya adalah judi Toto Gelap aatau Togel atau lebih akrab disebut judi nomor.

Saking bebasnya bisnis ini, ada satu tempat jualan nomor yang ramai pengunjung. Tempat itu terletak di Kelurahan Karang Balik, tak jauh dari Mako Polres Tarakan.

Dari sejumlah informasi, tempat usaha Togel ini pernah ditutup oleh aparat Polres Tarakan.

Namun, hanya berselang beberapa minggu, usaha jualan Togel ini kembali dibuka dan kembali ramai oleh pembeli. Kabarnya, ada oknum aparat kepolisian di balik aktifitas mereka.

Untuk memastikan hal tersebut, Koran Benuanta langsung mendatangi tempat dimaksud untuk memastikan bisnis ini sedang berjalan.

Judi jenis ini merupakan sebuah permainan dengan taruhan menebak angka yang akan keluar atau diumumkan oleh bandar yang ada di luar negeri.

Togel sebenarnya terbilang sangat rahasia lantaran keberadaannya sangat dilarang oleh pemerintah.

Mereka menjalankan usaha ini sebenar tak kucing-kucingan karena berada di tempat umum dan ramai pembeli. Mereka terpantau terbuka dalam bisnis ini.

Jika belum kenal dengan Togel, Anda bisa melihat sejarahnya. Awlanya, khususnya di Indonesia, Togel berawal dari kegiatan legal yang hasilnya untuk disumbangkan pada kegiatan olahraga di era 1980-an dan dikenal dengan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB).

Karena semakin banyak menuai protes dari berbagai elemen kemasyarakatan dan agama, maka legalitas SDSB pun akhirnya dihentikan, dan seluruh kegiatan yang menyangkut judi kupon putih inipun dilarang.

Baca Juga :  Anggaran Terpangkas, Disdukcapil Tarakan Sulit Ambil Blanko KTP ke Pusat

Namun, bukannya berhenti. Aktivitas judi ini terus berjalan. Para penikmatnya makin tak terkendali. Mereka diam-diam merumus dan menembak angka dan kadang sembunyi. Berangkat dari aktivitas judi secara bersembunyi inilah akhirnya judi ini disebut Toto gelap atau Togel.

Di Kaltara, nama Togel yang ini tidak asing lagi. Peminat Togel umumnya adalah masyarakat kelas bawah.

Awalnya, bandar utama Togel berkiblat di Singapura yang terjadwal buka pada Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, dengan satu putaran. Untuk Togel ini bisa dibeli Rp 1.000 untuk 2 angka, 3 angka dan  4 angka dengan kode 2D, 3D dan 4D.

Jika tebakan itu tepat, maka untuk hadiahnya per 2D sebesar Rp 70 ribu, 3D sebesar Rp 400 ribu dan 4D sebesar Rp 2,5 juta. Ini juga berlaku untuk Togel Kamboja, Sidney, China, Taiwan dan Hongkong.

Berdasarkan waktu, penjualan seluruh bandar membuka penjualan sekira pukul 08.30 Wita. Seminggu, Togel ini hanya 5 kali buka. Namun perputaran Togel selama 1 hari mencapai 4 hingga 5 kali berdasarkan bandar utamanya di beberapa negara.

Togel Kamboja ditutup sekira pukul 13.00 Wita, Sidney ditutup sekira pukul 15.00 Wita, Taiwan sekira pukul 22.00 Wita, Hongkong sekira pukul 00.00 Wita atau sekira pukul 12 malam dan sekira pukul 17.00 Wita untuk SGP atau Singapura.

Para peminat Togel di Tarakan datang dari berbagai daerah, mulai dari Kampung Satu, Sebengkok hingga Mamburungan dan lainnya.

Salah seorang warga berinisial RS mengatakan, usaha Togel mereka terbilang aman lantaran mendapat pengawalan dari aparat berseragam. Bahkan, aparat tersebut juga rajin membeli nomor.

Baca Juga :  Google Lens Tak Berlaku Lagi pada QR Code Dokumen Dukcapil 

“Di sini aman mas. Nggak pernah diganggu aparat, soalnya setorannya lancar. Aparat selalu datangnya malam mas, Ketua RT juga sering beli di sini. Padahal, kalau mau dipikir tempat ini kan di pinggir jalan mas, dan agak terbuka. Tapi, ya itulah pokoknya aman.

Makanya banyak yang beli di sini,” jelas pria yang juga penggemar Togel ini kepada Koran Benuanta.

Menurut RS, upaya mendapatkan uang dari Togel cukup menggiurkan. Pasalnya, hanya dengan membeli 1 jenis Togel, pembelinya akan mendapatkan jutaan rupiah jika nomor yang dibeli ‘keluar’.

“Seperti tukang parkir beli Togel Sidney sampai Rp 250 ribu mas, belum yang lainnya. Kalau 1 jenis Togel saja bisa menghasilkan jutaan rupiah, bisa dibayangkan saja untuk 5 kali per hari mas, dikali seminggu. Untung besar si bandar,” jelasnya.

Hal senada disampaikan AD. Warga Kampung Satu Skip menyebut, bisnis Togel di Tarakan di Tarakan cukup menjanjikan. Sehingga, tak heran bila lokasi penjualan Togel menjamur di sejumlah tempat.

“Yang saya tahu mas, di Markoni ada 2 tempat. Di Kampung Bugis 2 tempat, di Karang Balik ada 4 tempat, 3 di sini dan satu di Lembaga.

Sedangkan di Sebengkok setahu saya, cuma 1 dan di Kampung Enam 1. Tapi yang paling amannya di Karang Balik sini, soalnya polisi juga ada yang beli,” jelasnya.

AD menyebutkan, tempat lain yang aman bagi warga membeli Togel adalah tempat jualan Togel di lokasi di Markoni, Kelurahan Pamusian. Pasalnya, tempat ini adalah milik oknum aparat keamanan dari satuan TNI.

Baca Juga :  Musrenbang Kelurahan Karang Balik Dorong Percepatan Infrastruktur dan Fasilitas Sosial

Namun, lanjut AD, pembelian Togel dengan harga Rp 1.000 tak diterima di sana, melainkan harus Rp 5 ribu ke atas. “Kalau kena, ambil uangnya besok harinya mas, selisih satu hari. Pembayarannya juga dicicil alias tidak lancar. Karena itu kebanyakan orang malas beli di sini,“ jelasnya.

Apakah warga mengenal bandar besar Togel di Tarakan berinisial ED dan GTR? Umumnya, kedua nama tersebut amat dikenal. Menurut keterangan sejumlah pelanggan Togel, ED, KTY dan GTR memiliki sejumlah kaki tangan yang siap menjualkan nomor. Mereka tersebar di sejumlah tempat.

Khusus ED, kaki tangannya umumnya tersebar di Kelurahan Karang Balik, Gunung Bata, Lampu Merah Sebengkok, Kampung Bugis dan Perikanan.

Sementara KTY, diketahui sebagai penguasa bisnis nomor di wilayah Kampung Empat dan Kampung Enam, sedangkan milik GTR punya di Juata Laut, Simpang Intraca. Lantas bagaimana bagi-bagi penjualan ini? Koran Benuanta mendapatkan informasi bahwa karyawan penjual Togel yang rata-rata wanita mengaku hanya digaji sebesar Rp 2 juta per bulan, namun setiap harinya karyawan diroling secara bergantian.

“Kalau soal setoran ke aparat itu langsung bos mas, bukan dari kami. Tugas kami disini hanya menjual dan rekap nomor yang dibeli warga dan rekapan itu bersama uangnyai langsung setor ke bos,” ujar salah satu penjual togel yang enggan disebutkan namanya. (***)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *