Tana Tidung – Tanaman kakao dinilai memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru. Melihat potensi tersebut, PT Mandiri Intiperkasa (MIP) mendorong masyarakat Desa Menjelutung belajar untuk mengembangkan komoditas tanaman kakao melalui pelatihan kewirausahaan yang digelar pada 5 Februari 2026 lalu.
Kepala Desa Menjelutung, Samsul mengatakan, sebanyak 62 orang warganya yang mengikuti pelatihan pengembangan budidaya kakao di desanya. 62 orang tersebut terbagi menjadi 3 kelompok tani yang akan dibina oleh PT MIP. Pada tahap pertama, bibit kakao yang akan ditanam berjumlah 20 ribu bibit dengan penyiapan lahan seluas 22 hektare.
“Saat ini, saya sudah menyiapkan bibit kakao siap tanam sebanyak 70.000 bibit. Saya melakukan pembibitan di lahan belakang rumah saya. Di tahun 2026 ini, kami akan membagi 3 kelompok untuk tahap pertama. Kami akan melihat hasilnya dalam satu tahun ke depan ini, sehingga di tahun 2027 nanti kelompoknya akan ditambah dan target penanamannya akan bertambah juga,” timpal Samsul.
Samsul mengatakan, dia menilai bahwa perusahaan tambang batu bara ini sifatnya tidak lama. Begitu batu Baranya sudah habis, maka perusahaan akan tutup. Jadi, dia berpikir bahwa, bagaimana supaya masyarakat saya bisa aman dan sejahtera setelah perusahaan tambang selesai beroperasi. Satu-satunya jalan adalah berkebun memanfaatkan lahan yang ada. Maka dari itu, dia akan membawa masyarakatnya untuk menanam kakao.
“Pemasaran dari hasil panen kakao juga tidak begitu sulit. Istilahnya, pakai motor saja sudah bisa dibawa hasil panennya. Cara perawatan kakao juga tidak seribet menanam sawit, apa lagi kami masyarakat ini rata-rata sudah berumur. Saya minta ke warga agar terus semangat menanam kakao, apa lagi sudah didukung penuh sama MIP,” singkat Samsul.
Di lokasi yang sama, Support Manager PT MIP, Rochmad Mujiono menyampaikan, program pengembangan komoditas tanaman kakao akan menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang diunggulkan perusahaan. Program ini berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Menjelutung dengan mendatangkan trainer yang sangat berkompeten di budidaya kakao.
“Karena trainer yang didatangkan ini bukan hanya menyampaikan teori saja, melainkan beliau adalah praktisi yang juga melakukan budidaya kakao di Kabupaten Berau. Bahkan kegiatan yang dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Ini sangat menarik. Jadi peserta bisa menggali lebih lanjut terkait budidaya kakao hingga pemasarannya,” jelas Rochmad.
Rochmad mengharapkan, komoditas kakao yang dikembangkan di Desa Menjelutung akan menjadi ikon dan sentral penghasil kakao di Kabupaten Tana Tidung. Sebab, sejauh ini belum ada desa di Tana Tidung yang konsen mengembangkan kakao.
“Kalau dari perusahaan berharap tentunya ini menjadi salah satu poin dari masyarakat yang bisa diambil manfaat dan hikmahnya. Misalnya kalau pun tambang sudah selesai beroperasi, tapi perkebunan kakao ini masih terus berlanjut, karena kalau dari sisi kebutuhan ini sangat banyak. Artinya masih sangat mungkin untuk dikembangkan lebih besar lagi, dari lahan yang kecil dibuka lahan yang lebih besar lagi. Bahkan pemasaran bisa sampai ke tahap ekspor. Jadi harapannya nantinya betul-betul bisa dikembangkan. Bahkan mungkin bisa menjadi ikon Kabupaten Tana Tidung, dan dapat memenuhi pasar global yang begitu besar peminatnya,” harap Rochmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung, Rudi Api menyebutkan, pihaknya berharap kegiatan pengembangan budidaya kakao terus berlanjut usai pelatihan yang telah diberikan. Sebab, pengembangan kakao di wilayahnya masih terbilang tren yang baru. Selama ini, masyarakat masih konsen di komoditas sawit.
“Perawatan awal tanaman kakao harus berkeringat dulu, istilahnya. Jadi harapan saya, Desa Menjelutung ini akan berubah, dari desa nelayan menjadi desa penghasil kakao nantinya dan desa unggulan. Maka dari itu perlu sinergitas pemerintah desa, dinas terkait dan perusahaan, karena membangun ekonomi tidak bisa sendirian, harus bersama-sama seluruh elemen lapisan masyarakat. Sehingga hulu hilir produk kakao ini akan berkesinambungan, terutama akses pasarnya akan terbuka,” tutup Rudi. (*)
Editor: Ramli







