Penyakit Diabetes Menyerang Anak SD-SMP, Faktor Pola Hidup jadi Perhatian

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Meningkatnya kasus penyakit metabolik pada anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi perhatian serius tenaga medis. Penyakit yang selama ini identik dengan usia dewasa, seperti diabetes melitus (DM) atau yang dikenal masyarakat sebagai “kencing manis”, kini mulai ditemukan pada anak-anak.

Dokter spesialis anak, dr. Noor Hamidah, mengungkapkan saat ini pihaknya sudah menangani sejumlah pasien anak usia SD dan SMP yang menderita diabetes dan bahkan harus menjalani terapi insulin secara rutin.

“Sekarang itu kita sudah banyak dapat anak SMP. Ada juga yang sudah rutin akhirnya pakai insulin. Ini sangat disayangkan karena masih usia muda,” ujar dr. Noor Kepada Benuanta, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga :  Waspadai Konsumsi Gula Berlebih pada Anak, Dokter Anak Ingatkan para Orang Tua

Menurutnya, meskipun jumlah kasus penyakit metabolik pada anak masih tergolong kecil, namun kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup anak hingga dewasa.

“Untuk kasus penyakit metabolik pada anak memang belum banyak, proporsinya kecil. Tapi kalau sudah ada, kita langsung merasa prihatin, karena ini seharusnya belum terjadi di usia mereka,” jelasnya.

dr. Noor Hamidah menjelaskan, faktor genetik memang berperan dalam munculnya penyakit metabolik. Namun, faktor lingkungan dan pola hidup justru memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

“Kalau bicara genetik, semua orang punya, tapi yang paling berpengaruh itu lingkungan, bisa sampai 60 sampai 70 persen. Lingkungan ini terutama dari pola hidup, pola makan, dan aktivitas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Bulungan Janjikan Rekonstruksi Bertahap Rumah Adat Lamin di Long Peso

Ia menyoroti kebiasaan anak-anak yang gemar mengonsumsi jajanan tinggi gula, lemak, serta karbohidrat tanpa diimbangi nutrisi seimbang. Makanan instan juga menjadi salah satu pemicu utama.

“Dari yang saya telusuri, kebanyakan dari pola makan. Banyak jajanan yang gulanya tinggi, lemaknya tinggi. Atau makannya cuma karbohidrat saja, seperti indomie terus,” tuturnya.

Selain pola makan, kebiasaan kurang minum air putih juga menjadi perhatian. Menurut dr. Noor, air putih sangat penting bagi kesehatan tubuh anak.

“Anjuran minum air putih itu sangat penting. Di air putih kan tidak ada apa-apanya, tidak mungkin bikin gendut. Tapi sering kali anak kurang minum air putih,” katanya.

Baca Juga :  BPN Bulungan Targetkan Sertifikasi 1.800 Bidang Tanah Tahun Ini

Untuk mencegah terjadinya penyakit metabolik sejak dini, dr. Noor Hamidah mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan keseimbangan antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik anak.

“Kuncinya itu menyeimbangkan antara nutrisi yang masuk dengan aktivitas anak. Bukan berarti anak makannya dikurangi jadi sekali sehari, bukan begitu,” jelasnya.

Ia menyarankan orang tua untuk mengatur pola makan anak, baik dari sisi jumlah kalori maupun jenis makanan yang dikonsumsi.

“Yang penting itu diatur jumlah kalorinya dan jenis makanannya. Harus lengkap, ada karbohidrat, protein, sayur, buah, jangan cuma satu jenis saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *