benuanta.co.id, BULUNGAN – Kebakaran hebat yang melanda Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, lalu menghanguskan rumah lamin adat beserta sejumlah rumah warga di sekitarnya.
Peristiwa yang diduga akibat korsleting listrik ini masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Hilangnya bangunan lamin adat sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Peso turut menimbulkan perhatian publik. Masyarakat mempertanyakan langkah dan respons Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap musibah tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga adat, pemerintah kecamatan, dan kepala desa.
“Perkembangannya, kami bersama Pak Wakil Bupati bersilaturahmi dengan Ketua Lembaga Adat Kecamatan Peso, camat, perangkat kecamatan, dan kepala desa, untuk membahas langsung musibah yang terjadi di Long Peso,” ujar Syarwani, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap keberadaan lamin adat yang terbakar. Mengingat fungsinya sebagai simbol identitas dan kebersamaan masyarakat.
“Yang diharapkan tentu ada perhatian dari pemerintah daerah ke depan, bagaimana kita bisa merekonstruksi ulang dan membangun kembali keberadaan lamin adat tersebut,” katanya.
Syarwani menyampaikan, pembangunan kembali lamin adat belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran. Namun, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah awal melalui perencanaan pada tahun mendatang.
“Mungkin tahun ini agak sulit untuk direalisasikan, tetapi di tahun 2026 melalui perubahan anggaran, kita sudah bisa mulai melakukan perencanaan pembangunan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan nantinya akan dilakukan langsung oleh pemerintah daerah melalui mekanisme belanja modal, bukan dalam bentuk hibah uang.
“Kita masukkan dalam belanja pembangunan yang nanti dilaksanakan oleh perangkat daerah terkait, kemudian baru dihibahkan,” ungkapnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Syarwani menyebutkan masih menunggu kajian teknis dari instansi terkait. “Estimasi anggarannya belum bisa ditentukan karena menyesuaikan dengan konstruksi dan luas bangunan. Itu nanti didalami oleh tim teknis,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga berkomitmen melibatkan lembaga adat dalam proses perencanaan agar desain bangunan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
“Kami membuka ruang diskusi dengan lembaga adat terkait bentuk dan prototipe bangunan, supaya sesuai dengan ciri khas masyarakat Peso,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap, upaya rekonstruksi lamin adat Long Peso dapat berjalan lancar dan kembali menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat setempat.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







