benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan diperkirakan akan kehilangan sebanyak 109 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan tenaga pendidik, sehingga sektor pendidikan menjadi bidang yang paling terdampak.
Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani saat menghadiri kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun bagi ASN di lingkungan Pemkab Bulungan. Ia menyebutkan, total ASN yang akan memasuki masa pensiun hingga tahun 2027 diperkirakan mencapai sekitar 142 orang.
“Di tahun 2026 saja ada 109 ASN yang akan purna tugas. Ini artinya pemerintah daerah akan kehilangan kekuatan sumber daya manusia dalam jumlah besar, baik dari tenaga pendidikan, kesehatan, maupun tenaga teknis lainnya,” ujar Syarwani, Kamis (21/1/2026).
Menurutnya, yang menjadi tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan pemerintah daerah dalam melakukan rekrutmen ASN baru. Kebijakan pemerintah pusat belum membuka ruang penerimaan CPNS secara luas, sehingga pengisian kekosongan pegawai menjadi tidak mudah.
“Kita mau tidak mau harus memaksimalkan sumber daya yang ada. Skema yang tersedia saat ini lebih banyak melalui tenaga PPPK, itupun kontraknya terbatas,” jelasnya.
Syarwani menilai, sektor pendidikan menjadi perhatian khusus karena banyak guru dan kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan pendidikan apabila tidak diantisipasi dengan perencanaan yang matang.
Ia berharap para ASN yang memasuki purna tugas tetap dapat berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan di Kabupaten Bulungan.
“Pengabdian tidak berhenti hanya karena pensiun. Kami berharap para senior, khususnya yang berlatar belakang pendidikan, tetap bisa membantu proses pembinaan dan penguatan SDM,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Syarwani, akan terus mencari solusi untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di sektor strategis, sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan publik agar tetap optimal meskipun jumlah ASN berkurang. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







