benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) di Kabupaten Bulungan telah lama digunakan sebagai alat transportasi penghubung antarkecamatan bahkan antarkabupaten.
Bus Damri kini tampak mengalami penurunan kondisi pada bagian bodi lantaran usianya yang tua. Hal ini menimbulkan kekhawatiran penumpang terkait kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
Sejumlah bus yang tampak tua itu melayani rute Tanjung Selor menuju Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Timur. Selain bus yang butuh perawatan, kekhawatiran semakin berlebih lantaran kondisi jalan dua kecamatan tersebut belum sepenuhnya diaspal dan terdapat banyak lubang.
Padahal, rute ini cukup diminati masyarakat, khususnya warga di wilayah hulu Sungai Kayan dan pesisir. Selain tarif yang terjangkau, bus Damri menjadi salah satu pilihan utama transportasi umum.
Manajer Usaha dan Teknik Damri Tanjung Selor, Jaelani, mengakui bahwa armada yang digunakan saat ini masih terbatas.
“Memang ada keluhan dari pelanggan soal kondisi bus. Tapi kami perbaiki secara bertahap sambil menunggu penggantian armada. Kendaraan yang ada tetap kami gunakan,” ujar Jaelani, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan, perawatan rutin tetap dilakukan, seperti penggantian oli setiap 12 ribu kilometer juga pemeriksaan teknis lainnya. Menurutnya, rute menuju Tanjung Palas Barat dan Timur cukup berat karena kondisi jalan yang menanjak dan berlumpur di beberapa titik.
“Kami tetap berupaya memaksimalkan kendaraan yang ada. Kalau ada kerusakan langsung diperbaiki. Kami juga berharap perbaikan infrastruktur jalan bisa dipercepat,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan memastikan kondisi armada Damri tetap dalam pengawasan. Kasi Angkutan Dishub Bulungan, Sapta Desrian, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kendaraan atau ramp check.
“Secara tampilan luar memang terlihat tua, tapi setelah dicek, kerusakan langsung diperbaiki. Misalnya rem dan ban harus benar-benar layak,” kata Sapta.
Selain itu, setiap armada wajib menjalani uji KIR secara berkala. Pengemudi juga menjalani pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, termasuk tes urine.
“Ini sudah rutin dilakukan agar keselamatan tetap terjaga,” tambahnya.
Sapta menegaskan, sepanjang 2025 tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Damri di wilayah Bulungan. Hal ini menjadi indikator operasional masih dalam kondisi aman.
“Kami tetap lakukan ramp check secara rutin, termasuk saat momen Nataru kemarin, untuk memastikan kendaraan layak jalan,” tutupnya.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







