benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Partai Demokrat, khususnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), atas konsistensinya dalam memperkuat organisasi melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kader.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Utara, Jonilius, S.STP, menilai Rakerda dan Bimtek tersebut memiliki nilai strategis dalam penguatan internal partai. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut berperan penting dalam menghadapi tantangan politik dan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Partai Demokrat yang terus menunjukkan komitmen membangun organisasi melalui Rakerda dan Bimtek ini,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, konsolidasi organisasi merupakan pondasi utama dalam menjaga soliditas partai serta menyatukan visi dan misi di seluruh tingkatan kepengurusan. Ia menilai koordinasi yang kuat dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota akan melahirkan organisasi yang tertata dan disiplin.
“Konsolidasi organisasi adalah pondasi utama untuk menjaga soliditas dan memperkuat koordinasi dari provinsi hingga kabupaten dan kota,” katanya.
Jonilius menekankan organisasi yang solid dan tertib akan menghasilkan kader-kader yang berintegritas, profesional, serta memiliki kepekaan terhadap aspirasi masyarakat. Ia menyebut kader partai memiliki peran penting sebagai representasi kepentingan publik.
“Organisasi yang solid, tertata, dan disiplin akan melahirkan kader yang berintegritas, profesional, dan peduli terhadap aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan Bimtek, pemerintah berharap para kader Partai Demokrat tidak hanya memperoleh pemahaman teknis politik, tetapi juga dibekali nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik. Selain itu, etika politik dan komitmen terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat dinilai harus menjadi landasan utama.
“Kader tidak hanya memahami teknis politik, tetapi juga memiliki nilai kepemimpinan, etika politik, dan komitmen kuat pada pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan penguatan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan demokrasi dan pembangunan daerah. Kader partai dituntut tidak hanya piawai dalam strategi politik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, pemahaman regulasi, serta kemampuan komunikasi publik yang baik.
“Kader harus matang secara intelektual dan moral agar mampu menjembatani kepentingan rakyat dan kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Dalam konteks Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan dan daerah strategis nasional, Jonilius menilai peran aktif seluruh elemen politik sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas, persatuan, dan kondusivitas daerah. Ia mengajak Partai Demokrat untuk terus berkontribusi dalam memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan.
“Sebagai wilayah perbatasan, Kalimantan Utara membutuhkan peran aktif seluruh elemen politik untuk menjaga stabilitas dan persatuan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, lanjut Jonilius, senantiasa membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan seluruh partai politik, termasuk Partai Demokrat, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, demokratis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Ia menilai perbedaan pandangan politik seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
“Perbedaan pandangan politik hendaknya menjadi kekuatan demi kemajuan Kalimantan Utara,” imbuhnya.
Jonilius berharap Rakerda Partai Demokrat dapat melahirkan program-program kerja yang realistis, terukur, dan implementatif. Ia optimistis Partai Demokrat dapat terus memperkuat perannya sebagai bagian penting dalam pembangunan politik dan demokrasi di Kalimantan Utara.
“Kami berharap melalui Rakerda ini lahir program kerja yang mampu memperkuat peran Partai Demokrat dalam pembangunan politik dan demokrasi di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







