benuanta.co.id, NUNUKAN – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya bensin seperti Pertalite dan Pertamax kembali mengalami kelangkaan di Kabupaten Nunukan, hal ini membuat sejumlah masyarakat kesulitan memperoleh BBM untuk kendaraannya.
Kelangkaan BBM mulai dirasakan oleh masyarakat sejak Jumat, (09/01/26) pagi. Dikarenakan sejumlah Kapal pengangkut BBM mengalami docking dan proses pengurusan administrasi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Rohadiansyah, mengatakan kelangkaan BBM bukan karena keterbatasan stok BBM dari Pertamina, melainkan karena terkendala pada aspek transportasi laut.
“Kelangkaan BBM karena ada beberapa pemilik kapal yang sekarang lagi proses perbaikan (Docking), ada juga yang lagi proses surat menyurat administrasi kepada KSOP Tarakan karena inikan awal tahun jadi semua butuh perbaikan, jadi kapal belum bisa berangkat” ungkap Rohadiansyah pada Jumat, (09/01/26).
Lanjutnya, sudah ada kapal pengangkut BBM yang menuju Kecamatan Sebatik, dan diperkirakan hari ini akan bersandar di Nunukan untuk mendistribusikan BBM.
Dari total empat unit kapal pengangkut BBM yang melayani wilayah Nunukan dan sekitarnya kata Rohadiansyah, beberapa kapal tidak beroperasi karena menjalani docking dan pemeriksaan rutin di awal tahun. Namun, secara bertahap kapal-kapal tersebut mulai kembali beroperasi.
“Total ada empat kapal. Satu sudah masuk, dan tiga lainnya menyusul. Informasi terakhir, ada kapal yang hari ini berangkat ke Tarakan untuk pemuatan BBM, dan diperkirakan distribusi kembali lancar mulai akhir pekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendistribusian berikutnya dijadwalkan kembali masuk pada Minggu yang akan datang, sehingga pasokan ke APMS di Pulau Nunukan kembali normal.
“Kendala kemarin murni di transportasi kapal. Kalau distribusi sudah normal, suplai BBM juga akan kembali rutin seperti biasa,” pungkasnya.
Terpisah, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat melakukan langkah antisipatif dan penanganan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar bagi nelayan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Langkah ini terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan nelayan dan masyarakat di wilayah tersebut terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa Pertamina segera melakukan penguatan suplai distribusi yang dipengaruhi oleh kendala operasional armada pengangkut laut yang bersifat sementara.
“Begitu menerima informasi adanya penyesuaian distribusi akibat proses docking wajib tahunan dua kapal suplai, Pertamina langsung menyiapkan skema distribusi alternatif agar pasokan BBM, khususnya Biosolar untuk nelayan, tetap terjaga,” ujar Edi.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga menjadikan pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Nunukan, Kaltara menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan BBM di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah mengungkapkan bahwa saat ini distribusi BBM ke Nunukan terus dipercepat dan dipantau. Proses pengiriman BBM ke wilayah Nunukan dilakukan melalui Fuel Terminal Tarakan sejak Kamis (8/1/2026). Pihaknya juga memastikan pengiriman BBM ke wilayah Nunukan menjadi prioritas Pertamina.
“SPBU di Nunukan sudah mulai menyalurkan BBM, pada Jumat (9/1/2026). Kemudian, beberapa SPBU lainnya akan menyalurkan, pada hari ini, Sabtu (10/1/2026). Lalu adapula nanti yang menyalurkan BBM, pada Senin (12/1/2026) mendatang,” tukasnya.
Progres pengiriman BBM, dijelaskan Muhammad Naufal Atiyah, menambahkan hari ini sudah ada satu kapal lagi yang telah menuju Nunukan.
“Hari ini kapal sudah jalan membawa BBM. Kami mencatat, kapal berangkat hari ini dari dermaga pukul 18.00 WITA,” jelasnya.
Di sisi lain, Pertamina juga terus memantau progres pembangunan SPBUN di Kabupaten Nunukan, sehingga diharapkan dapat segera beroperasi dan memperkuat layanan BBM bagi nelayan.
Pertamina menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, DPRD, dinas terkait, serta lembaga penyalur dalam menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi agar tetap sesuai ketentuan dan tepat sasaran, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi X-Star sebagai bagian dari penguatan tata kelola penyaluran.
Pertamina menegaskan komitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, khususnya nelayan sebagai sektor strategis pendukung ketahanan pangan nasional. Masyarakat diimbau untuk memperoleh BBM melalui lembaga penyalur resmi dan melaporkan apabila menemukan kendala layanan atau indikasi penyimpangan melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135. (*)
Editor: Ramli







