benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir yang melanda Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan kembali menunjukkan tren peningkatan.
Hingga Selasa (6/1) pagi, ketinggian air di tiang ukur BPBD tercatat mencapai 4,59 meter, naik sekitar 9 sentimeter dibandingkan malam sebelumnya yang berada di angka 4,50 meter. Kondisi ini membuat dampak banjir semakin meluas, khususnya di Desa Atap.
Di desa tersebut, wilayah yang paling parah terdampak berada di RT 6 dan RT 7. Air telah menggenangi permukiman warga hingga memaksa sebagian masyarakat bertahan dengan membuat pungkau atau para-para di dalam rumah sebagai tempat beraktivitas sementara.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sembakung, Abdulah, menyampaikan bahwa kenaikan muka air masih terjadi sejak malam hari. Ia menyebut kondisi pagi ini menunjukkan adanya tambahan ketinggian air yang cukup signifikan.
“Semalam ketinggian di angka 4,50 meter dan pagi ini sudah 4,59 meter, jadi ada kenaikan sekitar 9 sentimeter,” katanya.
Menurutnya, Desa Atap menjadi wilayah dengan dampak paling besar akibat banjir yang masih menggenangi hampir seluruh kawasan permukiman. Sejumlah rumah kini tidak lagi bisa digunakan secara normal karena air telah masuk hingga ke bagian dalam.
“Khusus di Desa Atap, banyak warga yang sudah membuat pungkau atau rumah di dalam rumah untuk bertahan,” ujarnya.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam. Di antaranya Pos Damkar Sembakung, BPU Sembakung, GOR Sembakung, SDN 1 Sembakung, SDN 2 Sembakung, SDN 4 Tembelunu, dua ruang kelas di SMA Sembakung, Kantor PLN ULD Sembakung, serta UPT Disdik Sembakung.
Data sementara menunjukkan di Desa Atap terdapat 40 rumah yang terdampak dengan 52 kepala keluarga dan total 192 jiwa. Sementara itu, di Desa Tagul tercatat tiga rumah terendam yang dihuni oleh empat kepala keluarga dengan jumlah 15 jiwa.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan, banjir di Kecamatan Sembakung saat ini telah berdampak pada lima desa, yakni Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan, dan Desa Tujung.
“Dari jumlah tersebut, tiga desa masih berada pada kondisi genangan di permukiman, sementara fasilitas umum dan rumah warga di wilayah itu relatif masih aman,” ungkapnya.
Pemantauan ketinggian air terus dilakukan melalui tiang ukur BPBD di Kecamatan Sembakung guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan lanjutan.
“Warga di daerah rawan banjir diminta tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi apabila air kembali meningkat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







