Soal Super Flu, Dinkes Kaltara Tegaskan Tingkat Fatalitas Sangat Rendah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia belakangan memicu kekhawatiran publik. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza tersebut yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Saat di konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Kaltara), Usman, menegaskan bahwa istilah “super flu” tidak dikenal dalam dunia medis. Menurut dia, sebutan itu muncul karena tingkat penularan dan keparahan gejala influenza A(H3N2) subclade K dinilai lebih berat dibandingkan flu biasa.

“Secara medis tidak ada istilah super flu. Ini influenza A H3N2. Disebut super flu karena gejalanya lebih berat dan penyebarannya cepat,” katanya Senin (6/1/2026).

Usman menjelaskan, gejala influenza A(H3N2) subclade K umumnya mirip flu biasa, namun dengan tingkat keparahan lebih tinggi. Penderita dapat mengalami kelelahan berat, sesak napas, serta demam tinggi yang bisa mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius.

Meski demikian, ia menegaskan penyakit ini berbeda dengan Covid-19. “Jenis penularannya memang hampir sama, melalui droplet atau kontak dekat. Tapi ini bukan Covid-19 dan tidak menyebabkan kematian,” ujarnya.

Terkait keberadaan kasus di Kaltara, Usman mengakui influenza A(H3N2) subclade K sebenarnya sudah ada. Namun jumlah kasus yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan masih terbatas.

“Kemungkinan masyarakat menganggap ini seperti Covid-19 dan takut harus diisolasi, padahal influenza ini tidak perlu isolasi karena tingkat fatalitasnya sangat rendah,” kata dia.

Mengingat penyebaran kasus telah terjadi di sejumlah provinsi, Dinas Kesehatan Kaltara mengimbau masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama di tengah musim hujan dan masa transisi cuaca.

Usman menyarankan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker saat berada di keramaian atau kontak dengan orang sakit, serta melakukan vaksinasi influenza. “Kalau sedang flu, jangan batuk atau bersin sembarangan. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *