Kepolisian Amankan 9 Titik Doa Bersama di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Mengantisipasi potensi gangguan keamanan di penghujung tahun, Polres Tarakan menyiapkan pengamanan terpadu pada malam pergantian tahun baru 2026 dengan menempatkan personel di sembilan titik kegiatan doa bersama, sejumlah kawasan rawan, serta mengintensifkan patroli kota gabungan.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan pengamanan dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif saat masyarakat menyambut pergantian tahun. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar turut menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat menyambut tahun baru dengan kegiatan positif dan tetap menjaga ketertiban,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

Polres Tarakan juga menyikapi dinamika keamanan yang belakangan menjadi sorotan publik, khususnya terkait pertikaian antarperorangan maupun kelompok di Kota Tarakan. Menurut Kapolres, langkah antisipasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kami memiliki tanggung jawab memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga upaya pencegahan terus kami perkuat,” tegasnya.

Dalam rangka menjaga keharmonisan sosial, Polres Tarakan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta tokoh agama dan tokoh etnis. Kapolres menegaskan bahwa kolaborasi lintas unsur tersebut penting untuk menjaga persatuan.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menjaga keamanan Kota Tarakan,” katanya.

AKBP Erwin menekankan keberagaman suku, budaya, dan agama di Tarakan tidak boleh dimanfaatkan ke arah negatif. Ia menilai perbedaan justru harus menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas kota. “Keanekaragaman adalah modal sosial yang harus dijaga, bukan dijadikan pemicu konflik,” terangnya.

Selain itu, Polres Tarakan juga melakukan pendekatan preventif kepada kelompok pemuda dan komunitas, termasuk klub-klub motor. Kapolres menyebut pihaknya telah menggelar pertemuan dengan para ketua klub untuk mengarahkan aktivitas malam tahun baru ke kegiatan positif. “Kami sepakat mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara yang diterima kepolisian, terdapat sembilan titik yang akan melaksanakan kegiatan doa bersama pada malam tahun baru. Kapolres menyatakan bahwa kegiatan tersebut disambut positif karena dinilai menyejukkan suasana dan menekan potensi gangguan keamanan. “Ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas,” katanya.

Dari sembilan titik tersebut, enam lokasi telah menyampaikan data rinci terkait jenis kegiatan dan estimasi jumlah peserta. Enam lokasi itu meliputi Islamic Center Baitul Izzah, Padepokan LDII Pantai Amal, Masjid Agung Al Ma’arif, Masjid Baiturrahim depan Bea Cukai, kegiatan dakwah umum, serta doa bersama yang dilaksanakan oleh DPC Partai Gerindra di Kampung Satu Skip.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

“Enam lokasi ini sudah kami petakan pengamanannya secara detail,” paparnya.

Sementara itu, tiga lokasi lainnya masih dalam tahap pendataan lanjutan oleh kepolisian. Kapolres menyebut informasi mengenai jenis kegiatan dan jumlah peserta dari tiga titik tersebut masih menunggu pembaruan. “Data masih bersifat dinamis dan akan kami update sesuai perkembangan di lapangan,” imbuhnya.

Untuk lokasi yang telah terdata, kegiatan doa dan zikir bersama di Islamic Center Baitul Izzah diperkirakan diikuti sekitar 500 jamaah dan dimulai pukul 18.30 WITA. Di Padepokan LDII Pantai Amal, pengajian akhir tahun akan diikuti sekitar 250 jamaah mulai pukul 16.00 WITA, disusul kegiatan dakwah dengan estimasi 200 jamaah pada pukul 19.30 WITA.

“Seluruh kegiatan ini berada dalam pengamanan personel Polres Tarakan,” bebernya.

Di Masjid Agung Al Ma’arif, jumlah jamaah diperkirakan mencapai 700 hingga 1.000 orang dengan kegiatan istigasah dan doa bersama yang dimulai pukul 20.00 WITA. Sementara di Masjid Baiturrahim depan Bea Cukai, istigasah dan doa bersama untuk korban bencana Aceh dan Sumatra akan diikuti sekitar 300 jamaah mulai pukul 21.30 WITA. “Semua lokasi tersebut menjadi prioritas pengamanan,” tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Selain pengamanan lokasi kegiatan, Polres Tarakan juga menyiagakan personel di sejumlah kawasan rawan seperti Perumnas, Simpang STB Mulawarman, serta Stadion Datu Adil. Kapolres menjelaskan regu patroli kota gabungan juga telah dijadwalkan beroperasi sepanjang malam.

“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan kamtibmas,” lanjutnya.

AKBP Erwin menambahkan pengamanan malam tahun baru turut melibatkan instansi terkait seperti Banser serta OPD Pemerintah Kota Tarakan, khususnya untuk pengamanan gereja yang melaksanakan ibadah malam dan pagi tahun baru. “Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam pengamanan,” ucapnya.

AKBP Erwin mengajak masyarakat terus bersinergi menjaga ketertiban Kota Tarakan, serta menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan yang belum optimal. Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif, serta mengucapkan selamat menyambut tahun baru 2026,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *