benuanta.co.id, NUNUKAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nunukan mencatat jumlah penumpang yang menggunakan jasa Pelni mencapai 1.700 orang selama momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini tercatat menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada Nataru 2024-2025 lalu, jumlah penumpang di Pelni Cabang Nunukan mencapai sekitar 2.000 orang. Pada keberangkatan tersebut, puncak arus mudik Nataru terjadi pada 17 Desember 2025.
General Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Sudjito, mengatakan penurunan jumlah penumpang terlihat sepanjang masa angkutan Natal dan Tahun Baru tahun ini. Menurutnya, tren tersebut terjadi meskipun tetap ada penumpang pada beberapa tanggal tertentu.
“Memang terjadi penurunan penumpang dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Sudjito, Rabu (24/12/2025).
Sudjito menjelaskan, masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung sejak 8 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Selama periode tersebut, pencatatan penumpang tercatat terjadi pada 13 dan 17 Desember 2025.
Pada 13 Desember 2025, jumlah penumpang tercatat sekitar 1.400 orang. Angka tersebut kemudian meningkat dan mencapai puncaknya pada 17 Desember 2025 dengan total 1.700 penumpang.
Untuk melayani arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru, Pelni Cabang Nunukan menyiapkan dua kapal penumpang. Kedua kapal tersebut dioperasikan hingga masa angkutan Natal dan Tahun Baru berakhir.
Seiring menurunnya jumlah penumpang di Nunukan, Pelni melakukan penyesuaian operasional kapal. Salah satunya dengan mengalihkan KM Lambelu untuk melayani rute lain yang mengalami gangguan penumpang.
Sudjito menyebutkan, KM Lambelu terakhir melayani pelayaran dari Nunukan pada 23 Desember 2025. Kapal tersebut dijadwalkan kembali masuk ke Pelabuhan Nunukan pada 7 Januari 2026. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







