benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Nunukan mememastikan persiapan pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, di Pelabuhan Tunon Taka, dan pelabuhan tradisional di Kabupaten Nunukan.
Kapolsek KSKP Nunukan, IPTU Andre Azmi Azhari mengatakan, berdasarkan Surat Perintah Korps Nataru, personel KSKP melakukan pengamanan baik keberangkatan maupun ketibaan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka, Pelabuhan Liem Hie Djung, hingga pos tradisional Sungai Bolong.
Untuk saat ini kata Andre, berdasarkan data dari KSOP Nunukan dan agen kapal memprediksi bahwa penumpang tujuan wilayah timur tidak seramai tahun lalu. Meskipun begitu, pengamanan tetap dilakukan.
“Jadi pengamanan tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya yang lebih ditingkatkan terkait kewaspadaan akan adanya barang-barang terlarang yang lewat maupun yang akan masuk ke sini. Proses pengamanannya kami dibantu oleh pihak terkait seperti Pelindo, KSOP, dan teman-teman TNI yang membantu di lapangan,” ucap Andre pada Senin (22/12/2025).
Ia menetapkan prosedur pengamanan tetap sama seperti tahun lalu, yakni tetap waspada menjaga kondusifitas dan juga berharap tidak ada hal-hal yang menonjol. Terutama masalah kesehatan penumpang, baik yang akan tiba maupun yang akan berangkat.
“Keberangkatan Nunukan-Tawau, dan Tawau-Nunukan, sampai sejauh ini tidak mengalami lonjakan yang signifikan cukup sebagaimana biasanya rata-rata tidak terlalu seperti tiket habis, sampai sejauh ini tidak ada, jadi pengamanan ini pun tetap kita laksanakan sebagaimana biasanya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan penumpang ketibaan dan keberangkatan jalur domestik lebih rawan, dibandingkan penumpang internasional, karena sudah ada petugas Bea Cukai dan petugas Imigrasi. Apabila ada hal-hal yang menganggu keamanan akan diselesaikan Bea Cukai dan Imigrasi. Namun ketika sudah keluar dari area pelabuhan kemudian baru ditemukan, maka personel KSKP akan menindaklanjuti penanganan dan penegak hukumnya.
Ia juga mengajak seluruh penumpang yang ingin bepergian dapat menjaga barang bawaannya. Kemudian mengimbau agar tidak meninggalkan rumah dalam keadaan colokan listrik masih tersambung dengan peralatan elektronik yang bisa berpotensi terbakar.
“Masyarakat kami harapkan dapat meninggalkan pesan kepada tetangga terdekat atau Ketua RT, sehingga semuanya aman pada saat bepergian,” tandasnya. (*)
Reporter : Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







