benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Misteri kematian AKG, remaja 15 tahun yang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh terbakar di dalam kamarnya pada 15 April 2025 di Sabanar Lama, Tanjung Selor, hingga kini belum menemukan titik terang.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Haji Rio Adi Pratama, mengatakan perkembangan penyidikan yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir. Diakuinya kasus ini tidak mudah karena minimnya saksi maupun bukti forensik yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Kami masih terus mendalami kasus ini. Bukti yang sekarang masih minim, dua minggu lalu kami telah meminta keterangan dari ibu kandung serta ayah sambung korban,” jelas AKP Haji Rio saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).
Lanjutnya, saat diminta keterangan kurang lebih 250 pertanyaan telah dilontarkan oleh penyidik kepada kedua orang tua, namun hingga saat ini penyidik belum mendapatkan titik terang atau bukti kuat yang dapat mengungkap penyebab pasti kematian.
“Untuk kedua orang tua (korban) ada 250 pertanyaan lebih,” tambahnya.
Menurutnya, tidak adanya saksi mata dan petunjuk fisik yang signifikan membuat proses penyelidikan berjalan lambat. Apalagi korban merupakan anak di bawah umur, sehingga pendekatan antar keluarga dan lingkungan sekitar harus dilakukan secara profesional.
Sementara itu, masyarakat setempat dan warganet terus mengikuti perkembangan kasus ini. Banyak yang berharap kebenaran terungkap secara transparan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan keadilan dapat ditegakkan.
AKP Haji Rio memastikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai fakta-fakta dibalik kematian AKG benar-benar terungkap. Penyidik, kata dia, akan terus mencari bukti tambahan, mendalami keterangan saksi lain, hingga melakukan pemeriksaan ulang terhadap pihak-pihak terkait.
“Proses ini tentu memerlukan waktu, tetapi kami berkomitmen memberikan hasil terbaik, kita juga tetap koordinasi kepada aparat penegak hukum. ” tegasnya.
Hingga kini, masyarakat masih menanti jawaban atas misteri yang menyelimuti kematian AKG. Polisi pun berupaya menjaga akurasi penyelidikan agar kasus ini dapat terselesaikan tanpa menimbulkan spekulasi yang menyesatkan. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







