benuanta.co.id, TANJUNG SELOR– Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menghadapi tantangan dalam memaksimalkan potensi sumber daya alamnya, khususnya rumput laut.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang menjelaskan, meskipun memiliki jumlah rumput laut yang sangat melimpah, Kaltara saat ini belum memiliki pabrik pengolahan sendiri. Hal ini menyebabkan rumput laut yang dipanen harus dikirim ke luar daerah untuk diolah sebelum diekspor.
Rumput laut dari Kaltara rutin dikirim ke Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Dari kedua lokasi tersebut, barulah rumput laut diolah untuk kemudian diekspor. Bahkan, pengiriman juga dilakukan ke Tangerang yang diketahui memiliki pabrik pengolahan.
“Kami dari Kaltara tidak perlu lagi mengirim ke Sulawesi Selatan, mengirim ke Jawa Timur, mengirim ke Tangerang, yang memiliki pabrik. Kaltara ini belum memiliki pabrik pengolahan rumput laut,” ungkapnya Sabtu (29/11/2025).
Untuk mengatasi persoalan ini menurutnya Pemerintah Provinsi Kaltara secara aktif mencari dan mendorong masuknya investasi. “Fokus utama adalah menarik investor yang bersedia menanamkan modal di Kaltara untuk membangun fasilitas pengolahan,” ucapnya.
Harapannya, dengan adanya pabrik pengolahan di Kaltara, Provinsi dapat langsung mengekspor produk rumput laut dari Kaltara, meningkatkan nilai tambah bagi daerah.
“Mengingat potensi rumput laut Kaltara yang begitu besar, kehadiran pabrik pengolahan sangat krusial untuk menjadikan komoditas ini lebih berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







