benuanta.co.id, TANJUNG SELOR– Perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Kota Tarakan beberapa waktu lalu terkait pelayanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan BPJS Kesehatan.
Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pengalaman saat berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Beberapa pasien mengaku merasa diperlakukan berbeda dibanding pasien umum, terutama ketika menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kita sering terima laporan warga yang merasa didiskriminasi. Suhu badan sudah 40 derajat masuk IGD, tapi tetap harus menunggu lama,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).
“Ada yang baru tiga hari dirawat, padahal kondisi masih tahap pemulihan, sudah diminta pulang. Belum lagi alasan klasik bed tidak tersedia,” sambungnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, dirinya menilai tidak seharusnya ada aturan yang mendiskriminasi terhadap pasien BPJS. Rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS wajib memberikan pelayanan yang setara, manusiawi, dan sesuai prosedur medis.
“Kami tekankan, jika ada masyarakat yang merasa dipersulit, baik administrasi maupun pelayanan jangan diam. Silakan laporkan langsung ke BPJS. Semua laporan pasti ditindaklanjuti,” ujarnya.
Lebih jauh, Syamsuddin Arfah juga membuka pintu bagi masyarakat apabila laporan ke BPJS tidak mendapat respons atau penanganan.
“Jika warga sudah melapor ke BPJS tetapi tidak ada tindak lanjut, DPRD Provinsi siap menerima laporan. Kami punya fungsi kontrol dan monitoring terhadap pelayanan publik, termasuk kesehatan,” ucapnya.
Ditegaskannya DPRD dan BPJS sepakat akses layanan kesehatan adalah hak setiap warga. Ia juga melarang keras adanya indikasi sulitnya menangkau layanan bagi pasien yang butuh penanganan medis, baik di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.
Melalui sosper ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin berani menyuarakan ketidaknyamanan pelayanan sehingga perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Kita ingin warga Kaltara terlayani dengan baik. Jangan takut, jangan sungkan. Laporkan jika ada yang tidak sesuai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







