benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Proyek strategis di Kalimantan Utara, yakni Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, menunjukkan perkembangan signifikan.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang menyatakan progres proyek tersebut berjalan dengan baik. Dirinya optimistis produk pertama akan mulai diproduksi pada tahun 2026.
“Saya lihat progresnya cukup baik, dan InsyaAllah di tahun 2026 sudah mulai melakukan produk pertama,” ujarnya Senin (17/11/2025)
Ia berharap produk perdana tersebut bisa langsung diekspor pada tahun yang sama, meskipun target maksimal proyek belum sepenuhnya tercapai.
“Insyaallah di tahun 2026 sudah mulai melakukan produk pertama. Mudah-mudahan bisa langsung ekspor juga di tahun 2026, walaupun target belum maksimal,” ucapnya.
Selain itu Zainal prediksi bakal ada dampak ekonomi menggeliat dan serapan tenaga kerja besar-besaran pada tahun depan.
“Pemerintah Provinsi Kaltara menekankan bahwa keberadaan KIPI akan membawa dampak positif yang besar, khususnya dalam pembukaan peluang-peluang kerja bagi masyarakat Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Terkait komposisi tenaga kerja, Gubernur mengungkapkan adanya kebijakan prioritas untuk SDM lokal dengan perbandingan 70 banding 30. “70 persen dialokasikan untuk tenaga kerja lokal. 30 persen dialokasikan untuk tenaga kerja luar yang memiliki keahlian khusus (skill),” tuturnya.
Pihaknya juga berupaya keras untuk menyiapkan pemuda-pemudi lokal Kaltara agar dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di dalam proyek ini.
“Kita juga berupaya untuk menyiapkan tenaga-tenaga lokal, pemuda-pemudi Kalimantan Utara untuk bisa kita masukkan di dalam proyek ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan pihak KIPI telah membuka ruang dan akan menyelenggarakan ‘Job Fair’ untuk merekrut beberapa tenaga kerja.
“Proses seleksi akan dilakukan secara ketat. Serta kita menunggu investor baru saya optimis dengan adanya kemajuan ini, kawasan KIPI akan semakin ramai dan menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







