Cegah Kejadian Keracunan MBG, Dinkes Nunukan Beri Pelatihan bagi Petugas Penjamah Makanan

benuanta.co.id, NUNUKAN– Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Nunukan perkuat pengawasan terhadap keamanan pangan melalui pelatihan Petugas Penjamah Makanan (PPM).

Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Nunukan, Hj. Miskia mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mencegah terulangnya kasus yang berkaitan dengan Manajemen Bahan Gizi serta memastikan makanan yang dikonsumsi tetap aman dan layak.

Pelatihan ini diberikan kepada seluruh pengelola dan penjamah makanan di fasilitas pelayanan pangan dan lembaga penyedia makanan.

“Kami sudah melaksanakan pelatihan petugas penjamah makanan di beberapa wilayah seperti Sebatik dan Nunukan, bagi SPPG (Sarana Pengelolaan Pangan dan Gizi) yang baru akan beroperasi, mereka wajib mengikuti pelatihan ini sebelum mulai bekerja,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Nunukan Gelar Operasi Keselamatan Kayan Selama 14 Hari ke Depan

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan agar setiap petugas memahami cara mengelola makanan dengan benar, mulai dari kebersihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian.

“Sebelum mereka menjamah makanan, mereka harus tahu bagaimana mengelola makanan dengan baik dan benar, ini penting agar makanan yang disajikan aman dikonsumsi,” kata Miskia.

Ia menegaskan, pelatihan ini menjadi salah satu syarat wajib bagi setiap pengelola makanan, terutama bagi yang ingin mendapatkan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca Juga :  Damkar Nunukan Jinakkan Karhutla di Lumbis

“Syaratnya memang harus dilatih dulu, semua penjamah makanan wajib mengikuti pelatihan ini sebelum bisa mendapatkan SLHS,” tambahnya.

Lebih lanjut, Miskia mengingatkan seluruh pengelola makanan di Nunukan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahan baku dan proses pengolahan.

“Kami sudah memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola agar selalu mengecek bahan makanan, menjaga kebersihan tempat, serta menerapkan pengolahan yang baik, terkadang, masalah bisa muncul dari bahan yang tidak segar atau cara pengolahan yang kurang tepat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pamit Mencari Ikan, Nelayan di Sebatik Dikabarkan Hilang

Melalui langkah ini, Dinas Kesehatan berharap pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Nunukan semakin baik, sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko penyakit akibat makanan.

“Kami siap mendampingi dan memberikan pelatihan bagi siapa pun yang ingin membuka usaha pengolahan makanan, tujuannya satu, agar makanan yang beredar di masyarakat benar-benar sehat, aman, dan berkualitas,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *