benuanta.co.id, TARAKAN – Indikator ketenagakerjaan Kota Tarakan terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 5,06 persen, turun 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi mengatakan penurunan angka pengangguran sejalan dengan berkurangnya jumlah pencari kerja. Pada Agustus 2025, jumlah pencari kerja tercatat 6.064 orang, setelah pada tahun 2024 mencapai 6.216 orang.
Dirinya menyebut kondisi ini menunjukkan ruang kerja di Tarakan masih bergerak dan mampu menyerap tenaga kerja meski tidak signifikan.
Jumlah angkatan kerja di Tarakan pada Agustus 2025 mencapai 119.903 orang. Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di angka 62,16 persen, atau turun 1,48 persen poin dibanding Agustus 2024. Penurunan TPAK ini menjadi catatan tersendiri meskipun pengangguran turun, sebab partisipasi masyarakat dalam pasar kerja mengalami penyusutan.
Pada sisi serapan, jumlah penduduk bekerja tercatat 113.839 orang. Sektor jasa menjadi lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar pada Agustus 2025 dengan kontribusi 57,87 persen. Setelahnya disusul sektor manufaktur 24,51 persen, dan sektor pertanian 17,62 persen.
BPS juga mencatat perkembangan angka pengangguran dalam 15 tahun terakhir. TPT Tarakan sempat menyentuh dua digit pada 2011 yakni 10,14 persen. Titik terendahnya terjadi pada 2021 sebesar 4,94 persen, meski kembali naik menjadi 5,76 persen pada 2022 akibat dinamika ekonomi dan pasar kerja saat itu.
Pada skala yang lebih luas, indikator ketenagakerjaan Agustus 2025 juga menunjukkan perbandingan dengan provinsi dan nasional. Kaltara mencatat TPAK 69,55 persen turun 0,80 persen poin, dan TPT 3,85 persen turun 0,05 persen poin. Sementara secara nasional, TPAK berada pada 70,95 persen turun 0,04 persen poin, dan TPT 4,85 persen turun 0,06 persen poin.
Dengan catatan tersebut, kondisi ketenagakerjaan Tarakan dinilai tetap dalam tren positif, meski tantangan peningkatan partisipasi angkatan kerja masih harus menjadi perhatian. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







