benuanta.co.id, TARAKAN – Seringnya terjadi cuaca ekstrem di wilayah perairan Tarakan memicu pemerintah daerah menyusun dokumen rencana kontigensi khusus untuk penanganan bencana meteorologi. Penyusunan dokumen ini digelar Senin, 10 November 2025, dan menjadi langkah antisipasi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan, yang paling terdampak kondisi tersebut.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, menyebut Tarakan memiliki delapan potensi bencana dan salah satunya cuaca ekstrem. Posisi masyarakat yang tinggal dan bekerja di pesisir membuat risiko keselamatan semakin tinggi.
“Karena sering terjadinya cuaca ekstrim di kota Tarakan, dan penduduk kota Tarakan ini berada pada posisi serpantai, dan masyarakatnya itu lebih banyak hidupnya nelayan dan banyak kegiatan yang lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan dokumen ini akan menjadi pedoman teknis penanganan serta panduan koordinasi antar lembaga ketika terjadi cuaca ekstrem. Dokumen tersebut memuat prosedur dan tahapan penanganan secara resmi.
“Ini akan menjadi dokumen bagaimana cara penanganan dan tahapan, atau bagaimana cara berkoordinasi dalam penanganan itu. Kebicaraan khususnya di cuaca ekstrim,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan, Ir. H. Jamaludin, menyampaikan, rencana kontigensi adalah langkah antisipasi terhadap kejadian yang belum pasti namun harus disiapkan. Tarakan disebut memiliki kerentanan geografis sehingga perlu kesiapsiagaan lebih kuat.
“Ini kontigensi ini artinya apa ya. Antisipasi ya, sesuatu yang belum berapa dipastikan terjadinya dan semakin mengantisipasi,” kata Jamaludin.
Ia juga menegaskan, dokumen kontigensi mencerminkan komitmen lintas sektor dalam membangun ketangguhan daerah. Dokumen tersebut menjadi pedoman agar respon bencana berjalan cepat, tepat, terpadu, efektif, dan akuntabel. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, hingga instansi vertikal turut dipertemukan melalui dokumen ini.
Selain penyusunan dokumen, juga direncanakan simulasi kebencanaan tingkat kota. BPBD menyebut rencananya bisa dilaksanakan tahun ini atau tahun depan, dan sudah mendapat atensi Wali Kota Tarakan.
Ia berharap dokumen yang dihasilkan komprehensif, implementatif, serta mampu menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa








