benuanta.co.id, NUNUKAN– Pemerintah Kabupaten Nunukan akan melakukan pemeriksaan penyebab pasti puluhan siswa PAUD dan SD yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt. Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau mengatakan, gejala yang dialami siswa umumnya berupa mual, muntah, dan sakit perut. Diketahui, ada 82 siswa yang diduga mengalami keracunan dengan rincian 25 siswa dirujuk ke Puskesmas Sungai Nyamuk, 6 siswa dirujuk ke Rumah Sakit Pratama, 19 siswa ditangani di Puskesmas Aji Kuning, 48 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah observasi awal dan 6 siswa masih dirawat di Puskesmas Aji Kuning.
“Dari hasil kunjungan kita bersama dengan Bapak Bupati Nunukan, kondisi semua pasien saat ini dalam kondisi yang tertangani dengan baik,” ungkapnya.
Dikatakannya, kini pemeriksaan terhadap makanan MBG yang dikonsumsi siswa sedang dilakukan. “Kita tidak bisa langsung menyimpulkan penyebabnya, jadi harus diperiksa lebih lanjut, sebagaimana instruksi dari pak Bupati,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat, khususnya orang tua murid untuk tetap tenang dan tidak menyalahkan program secara langsung sebelum hasil pemeriksaan uji sampel keluar.
“Harapan kita kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, program MBG tetap bertujuan baik, dan jangan sampai menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kami akan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







