benuanta.co.id, NUNUKAN– Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan memastikan pelayanan pendidikan di Kabupaten Nunukan merata dan menjangkau seluruh sekolah yang berada di wilayah 3T.
Kepala Disdik Nunukan, Akhmad mengatakan, tugas dari Disdik ialah memberikan pelayanan pendidikan secara merata dan menyeluruh untuk 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selain itu, juga memastikan setiap anak usia sekolah di Kabupaten Nunukan mendapatkan akses pendidikan.
“Intinya kami siap memberikan layanan pendidikan secara menyeluruh, jadi siapa pun dia atau bagaimana pun keadaannya kita siap melayani dan membantu agar mereka mendapatkan layanan pendidikan,” katanya.
Tak hanya itu, setelah mendapatkan layanan pendidikan, pihaknya juga harus memastikan dan memberikan program pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta yang ada di Nunukan.
Berkualitasnya suatu pendidikan tak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yakni tenaga pengajar dan sarana prasarana yang mendukung jalannya program pendidikan.
“Saat ini di Kabupaten Nunukan, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) kita memiliki 139 sekolah dan 54 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan TK / PAUD ada sekitar 200 lebih sekolah. Ini adalah tanggung jawab kita bagaimana agar bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ungkapnya.
Akhmad menyampaikan, untuk memberikan akses pendidikan yang merata, pihaknya mengaku memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, jumlah sekolah baik tingkat TK, PAUD, SD dan SMP tersebut tersebar di 21 kecamatan. Sementara itu, letak geografis Kabupaten Nunukan membuat sebagian besar sekolah tersebut berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Kalau untuk kita yang berada di wilayah Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik itu sudah baik, baik itu tenaga pengajar dan sarana prasarananya. Namun untuk sekolah kita yang ada di wilayah empat hingga ke dataran tinggi Krayan memang belum bisa setara dengan sekolah yang ada di sini,” jelasnya.
Akhmad menyampaikan, kesetaraan yang dimaksud ialah sistem belajar mengajar menggunakan sistem digitalisasi. Namun banyak wilayah di Nunukan yang masih sulit mengakses jaringan, sehingga tenaga pengajar terhalang untuk memberikan pelayanan pendidikan dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis digital.
“Kendati demikian, pemerintah daerah terus mendorong bagaimana agar-agar wilayah atau sekolah yang sulit di akses internet ini ke depannya bisa mendapatkan akses internet sehingga para siswa-siswi yang berada di wilayah empat bisa merasakan pelayanan pendidikan yang merata, bermutu dan berkualitas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







