benuanta.co.id, TARAKAN – Program pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus digenjot Puskesmas Karang Rejo. Tidak hanya masyarakat umum, layanan ini juga menyasar anak sekolah di wilayah kerja puskesmas yang mencakup empat kelurahan.
Kepala Puskesmas Karang Rejo, dr. Jumiati menjelaskan, layanan ini bisa diakses siapa saja tanpa harus menunggu momen tertentu seperti sebelumnya yang hanya dilakukan saat ulang tahun. Kini, masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat atau kanal WhatsApp resmi Kementerian Kesehatan.
Hingga awal September, sebanyak 1.835 orang sudah menjalani pemeriksaan, sementara pendaftar mencapai 2.232 orang. Menurutnya, masih ada warga yang sudah mendaftar namun belum hadir ke puskesmas.
“Biasanya kehadiran kami konfirmasi ulang saat jadwal pemeriksaan,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Selain membuka layanan di puskesmas, pihaknya juga aktif mendatangi masyarakat dari RT ke RT. Namun, pemeriksaan di lapangan tidak bisa dilakukan sepenuhnya karena keterbatasan alat medis, sehingga warga tetap diarahkan kembali ke puskesmas untuk melengkapi tahapan pemeriksaan.
Jika tidak lengkap, peserta belum bisa mendapatkan rapor kesehatan digital yang bisa diakses melalui aplikasi Satu Sehat. Saat ini, puskesmas juga fokus pada pemeriksaan anak sekolah. Tercatat ada 29 sekolah yang menjadi sasaran dengan target 14.594 siswa, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah oleh tim kesehatan, dengan jumlah petugas disesuaikan kebutuhan, minimal tiga hingga empat orang setiap kali turun.
“Kalau ada siswa yang butuh pemeriksaan lanjutan, kami arahkan untuk dibawa orang tuanya ke puskesmas. Kami koordinasikan dulu dengan guru di sekolah,” terangnya.
Secara keseluruhan, target pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo mencapai 57.147 orang. Namun sesuai rencana Kementerian Kesehatan, capaian tahun 2025 dibatasi 35 persen, meningkat bertahap hingga 75 persen pada 2028.
Dokter Jumiati juga menegaskan, masyarakat bebas memilih lokasi pemeriksaan tanpa harus terikat pada puskesmas tempatnya terdaftar. Jenis pemeriksaan pun menyesuaikan usia dan faktor risiko, misalnya EKG untuk pasien berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, maupun stroke.
“Intinya, program ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Kami dorong warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan ini,” tambahnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







