benuanta.co.id, NUNUKAN – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar untuk membahas kejelasan status Pangkalan Haji Putri di Kabupaten Nunukan, berlangsung panas dan memicu ketegangan antaranggota DPRD.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, didampingi oleh Mansur Rincing, digelar di Ruang Ambalat I pada Senin (25/8/2025) mulai pukul 10.00 WITA hingga 14.30 WITA.
Anggota DPRD Nunukan, Saddam Husein, mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya rapat yang dinilainya terlalu berlarut-larut tanpa menghasilkan solusi konkret.
“Dari pada mutar-mutar dan panjang lebar, nggak usah lah juga DPRD ini mau menjadi penyidik. Coba diarahkan oleh pimpinan rapat, karena dari pagi belum juga selesai dan belum ada titik terang,” tegas Saddam dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, seharusnya rapat lebih difokuskan pada langkah teknis yang bisa dilakukan bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, KSOP, camat, dan lurah, agar persoalan dapat segera diselesaikan.
“Kalau tidak diarahkan, pembahasan akan mutar-mutar terus, seolah-olah semua mau jadi penyidik. Ini adalah tugas pimpinan agar rapat ini jelas,” lanjutnya.
Situasi memanas ketika anggota DPRD lainnya, Hendrawan, turut meluapkan kekesalan akibat pembahasan yang dianggap tidak fokus.
“Bicara betul-betul, sampai panas ini kuping telinga, kalau mau bicara daerah kita,” ucapnya dengan nada tinggi.
Kericuhan semakin memuncak saat anggota DPRD Donal secara emosional menjatuhkan meja di depan forum RDP, mengejutkan seluruh peserta rapat. Aksi tersebut sontak membuat suasana ruangan hening sejenak. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







