benuanta.co.id, NUNUKAN — Seorang Anak Buah Kapal (ABK) kapal pengangkut sembako bernama Rahmat (29), warga Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh seorang nelayan di perairan laut Sebatik, tepatnya di sekitar Batu Payung, Tawau, pada Senin (21/7) pukul 11.00 waktu setempat.
Rahmat merupakan satu dari tiga ABK kapal pengangkut sembako bermuatan 250 pack gula yang tenggelam di perairan Pancang Putih, Tanjung Aru Sebatik, pada Sabtu malam (19/7) sekitar pukul 20.30. Sebelum tenggelam, kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin dan kemudian dihantam ombak besar.
Sebelumnya, korban pertama bernama Ariffin Nurman, warga Pinrang, Sulawesi Selatan, juga telah ditemukan dalam keadaan selamat mengapung di perairan Tanjung Aru. Ia diselamatkan oleh kapal penumpang Sadewata 02 Express tujuan Tarakan dan segera dievakuasi ke Puskesmas Sungai Nyamuk untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sementara itu, satu ABK lainnya bernama Hasim bin Hatta (35), yang juga berasal dari Kecamatan Sebatik, telah ditemukan meninggal dunia.
Dari penuturan Rahmat, diketahui bahwa ia bertahan hidup selama dua hari dua malam terapung di laut tanpa makanan dan minuman. Karena tidak bisa berenang, ia mengikatkan sebuah jerigen kosong di pergelangan tangan kirinya sebagai pelampung. Selama mengapung, beberapa kapal sempat melintas namun tidak melihatnya karena hanya kepala Rahmat yang tampak di permukaan laut.
Nasib baik baru berpihak padanya pada Senin siang, ketika jerigen yang ia ikat terlepas dan tubuhnya mulai tenggelam. Arus laut yang mendorong tubuhnya ke permukaan membuat seorang nelayan melihatnya. Saat ditemukan, Rahmat dalam kondisi tanpa pakaian karena seluruh bajunya terlepas.
Nelayan tersebut kemudian menyerahkan Rahmat ke Polisi Perairan (Polis Marin) Tawau. Setelah melalui pemeriksaan, pihak kepolisian menghubungi Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau.
Konsul Republik Indonesia di Tawau, Aris Heru Utomo, memyampaikan, dari laporan yang didapat tersebut, Staf Teknis Kepolisian dan Pejabat Konsuler KRI Tawau segera menemui pihak Polis Marin dan Polis Tawau untuk memberikan perlindungan serta memastikan kondisi Rahmat.
“Rahmat kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah Tawau guna mendapatkan perawatan medis,” kata Aris Heru, kepada benuanta.co.id, Rabu (23/7/2025).
Saat dijenguk oleh Konsul RI Tawau, Aris Heru Utomo, dan Pejabat Konsuler Calderon Dalimunthe pada Senin malam (21/7) sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Rahmat tampak tertidur dengan infus terpasang di tangan kanan. Petugas rumah sakit menyebutkan kondisi kesehatannya stabil, meskipun tubuhnya masih lemah akibat kelelahan dan dehidrasi.
Setelah kondisinya pulih dan dinyatakan layak bepergian oleh dokter, Rahmat direncanakan akan dipulangkan ke Nunukan melalui Pelabuhan Tawau, dengan pendampingan dari staf KRI Tawau dan pihak terkait. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







