Warga Menanti Bekas Longsoran Ditangani

benuanta.co.id, TARAKAN – Longsor yang terjadi di Kota Tarakan pada Januari 2025 lalu, kini menyebabkan kerusakan semakin parah dan mengancam pemukiman warga.

Hingga saat ini, lebih dari tiga minggu berlalu, warga masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

Muhammad Jufri, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 11.00 WITA tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Saya baru tahu rumah saya terkena longsor setelah diberitahu warga dari bawah tebing,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).

Baca Juga :  Faktor Konjungsi, Hilal Tidak Terlihat di Tarakan

Muhammad Jufri berharap ada tindakan konkret dalam waktu dekat.

“Sudah lebih dari tiga minggu, tapi belum ada kepastian. Kami khawatir jika turun hujan deras lagi, longsor bisa semakin parah,” keluhnya.

Setelah kejadian, warga segera melaporkan ke Ketua RT, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke pihak kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun, penanganan awal yang diberikan hanya berupa pemasangan terpal sebagai perlindungan sementara.

Baca Juga :  SMK Negeri 4 Tarakan Harapkan Ada Penambahan Guru

Ketua RT 17, Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Saleh Korong mengatakan, dirinya sudah melakukan laporan ke pihak berwenang mengenai longsor yang turut terjadi di wilayahnya.

“Kami segera mengambil foto dan video sebagai bukti, lalu melaporkannya ke kelurahan dan BNPB. Sayangnya, bantuan berupa terpal baru datang setelah tiga hingga empat hari,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, untuk mencegah longsor semakin parah, ia warga bersama-sama menebang pohon-pohon di sekitar lokasi yang berpotensi memperberat beban tanah.

Baca Juga :  Awal Puasa Berbeda, Tetap Saling Hormat dan Tingkatkan Ibadah

“Kami sudah bergotong royong, untuk pegangan sementara. Namun, longsor tetap terjadi berulang kali, menyebabkan dampak paling parah pada rumah milik Martinus Sirampun,” tuturnya.

“Selain itu enam rumah lainnya juga terdampak akibat pergerakan tanah dan material longsor yang merusak bagian belakang rumah serta mengancam pondasi bangunan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Charles J 

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *