Kontraktor Diminta Segera Perbaiki PJU Bergaransi yang Sudah Rusak

benuanta.co.id, TARAKAN – Jalanan yang gelap tanpa adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) pada malam hari tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal. Keluhan masyarakat yang terus berdatangan membuat DPRD Tarakan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas solusi atas permasalahan ini.

Kepala Dishub Tarakan, Ahmady Burhan, menjelaskan setiap PJU yang terpasang sebenarnya memiliki garansi, tetapi masa berlakunya berbeda-beda karena waktu pemasangan yang tidak bersamaan. Untuk PJU yang masih dalam masa garansi, Dishub telah mengirim surat kepada kontraktor agar segera melakukan perbaikan di titik-titik yang bermasalah.

“Di Tarakan ada dua jenis PJU, yaitu tenaga surya dan listrik dari PLN. Pemasangannya berasal dari berbagai sumber, seperti Kementerian ESDM, Dishub Provinsi, dan Bankeu (Bantuan Keuangan). Setiap pengadaan memiliki fase yang berbeda, sehingga ada yang masih dalam masa garansi dan ada yang sudah melewatinya,” jelasnya, Selasa (25/2/2025).

Ahmady menambahkan, beberapa PJU di Kelurahan Pantai Amal dan sebagian Mamburungan masih dalam masa garansi, sehingga bisa segera diperbaiki oleh pihak ketiga.

Baca Juga :  Jaga Ramadan Tetap Kondusif, Pemkot Tarakan Perketat Patroli Pengawasan

“Untuk PJU yang sudah lebih dari lima tahun, perbaikannya tidak lagi bisa ditanggung oleh kontraktor dan harus menggunakan anggaran pemerintah,” imbuhnya.

Ia menegaskan, perawatan teknis PJU membutuhkan perhatian lebih, terutama untuk PJU tenaga surya yang memiliki komponen baterai dan panel surya yang harus dicek secara berkala.

“PJU tenaga surya ini memiliki daya tahan yang berbeda-beda tergantung perawatannya. Kalau baterai atau panelnya rusak, maka harus segera diganti. Ini menjadi tantangan tersendiri karena komponen ini tidak bisa diperbaiki sembarangan dan membutuhkan biaya yang cukup besar,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga menghadapi kendala teknis pada PJU yang menggunakan listrik dari PLN. Beberapa lampu jalan mengalami gangguan akibat korsleting atau gangguan jaringan listrik. Oleh karena itu, Dishub berupaya melakukan koordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listrik ke PJU tetap stabil.

“Kadang ada juga gangguan dari jaringan listrik yang menyebabkan PJU tidak menyala. Ini yang sedang kami koordinasikan dengan PLN agar bisa segera ditangani jika ada gangguan seperti itu,” tambahnya

Baca Juga :  Tarawih Perdana di Baitul Izzah Dipadati Jamaah

Ahmady berharap, agar ke depannya ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk pemeliharaan rutin PJU, sehingga tidak hanya mengandalkan perbaikan saat sudah rusak. Menurutnya, sistem pemeliharaan berkala lebih efektif dibandingkan harus menunggu laporan masyarakat setiap kali ada PJU yang tidak berfungsi.

“Kami berharap ada dukungan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan berkala, supaya PJU bisa dicek secara rutin dan tidak dibiarkan rusak terlalu lama. Kalau perawatannya teratur, usia pakai PJU juga bisa lebih panjang dan masyarakat lebih nyaman,” tukasnya.

Sementara itu, warga Kota Tarakan mengungkapkan keresahan mereka terhadap kondisi PJU yang tidak menyala, Veriansyah, warga Kelurahan Mamburungan, mengaku was-was saat berkendara di malam hari karena jalan yang gelap menyulitkan visibilitas.

“Beberapa waktu lalu, saya hampir menabrak orang yang berjalan kaki di pinggir jalan karena lampu jalan mati total. Ini berbahaya, apalagi kalau ada lubang atau kendaraan mogok yang tidak terlihat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ombudsman Angkat Bicara Wacana Pusat Pemerintahan Tarakan Pindah ke Wilayah Utara

Senada dengan itu, Cahyo, warga Tarakan Timur, juga mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai kondisi gelap di lingkungan rumahnya membuat warga takut untuk keluar malam.

“Sekarang kalau mau keluar malam jadi berpikir dua kali. Banyak orang takut dirampok atau dijambret karena suasananya gelap sekali. Beberapa kali saya dengar ada kejadian pencurian di sekitar sini,” katanya.

Salah satu pengemudi ojek online, Herman, juga mengeluhkan kondisi jalan yang minim penerangan. Menurutnya, selain membahayakan pengendara, kondisi ini juga berdampak pada penghasilannya.

“Kalau lampu jalan mati, saya sering ragu untuk mengambil orderan di daerah yang gelap. Selain takut terjadi kecelakaan, saya juga khawatir dengan keamanan diri sendiri. Beberapa teman saya pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan saat mengantar penumpang di jalan yang gelap,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *