benuanta.co.id, TARAKAN – Penanganan dugaan pengeroyokan yang diduga melibatkan oknum Batalyon Infanteri 614/Raja Pandita terhadap anggota Polres Tarakan didalami oleh Denpom VI/Mulawarman dan Propam Polda Kaltara.
Tercatat akibat insiden tersebut terdapat sebanyak 6 orang anggota Polres Tarakan yang terluka. Kini, keenamnya tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Kondisinya akan kita cek, saya dan Pak Pangdam akan melihat langsung kondisi anggota kita di rumah sakit seperti apa,” sebut Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto.
Adapun keenam personel Polres Tarakan yang terluka diketahui berjaga di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan saat pengeroyokan oknum TNI berlangsung.
“Bapak Pangdam hadir langsung di Polres Tarakan pasca kejadian tadi malam. Beliau memberikan dukungan moril untuk mengembalikan situasi seperti semula. Setelah dari Polres Tarakan beliau juga akan melihat anggota Polri yang sedang dirawat di rumah sakit,” jelas Kapolda.
Disinggung soal dugaan senjata api milik anggota kepolisian sempat diinformasikan hilang, Kapolda menyebut hal itu sudah terselesaikan dan dikembalikan ke satuan yang berwenang.
“Itu sudah dikembalikan, sudah ketemu,” pungkasnya. (*)
Editor: Endah Agustina







