benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Kota Tarakan pada Maret 2024 berada di angka 5,56 persen. Angka ini merupakan angka yang terendah sejak tahun 2019. Berdasarkan data, jumlah penduduk miskin di Tarakan sekitar 15.320 jiwa.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran per kapita atau pengeluaran per orang setiap bulan pada beberapa komoditas baik makanan maupun non makanan.
“Untuk Kota Tarakan, garis kemiskinan berada di angka hampir Rp855 ribu per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan di angka 4,31 persen dibandingkan tahun 2023,” ujarnya (21/2/25).
Menurut Umar, kenaikan garis kemiskinan ini dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas makanan maupun non makanan penentu.
“Semakin tinggi inflasi, maka garis kemiskinan juga ikut naik. Itu sebabnya, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ada dua faktor utama yang harus dijaga. Pertama, pendapatan masyarakat harus terus meningkat. Kedua, pengendalian harga barang harus dilakukan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan jika harga komoditas bisa dikendalikan, maka garis kemiskinan yang terbentuk tidak akan terlalu tinggi. Salah satu faktor lain yang berpengaruh terhadap kemiskinan adalah daya beli masyarakat.
“Ketika daya beli menurun, maka jumlah penduduk miskin bisa bertambah,” jelasnya.
Umar juga membandingkan tingkat kemiskinan antara Kota Tarakan dengan wilayah lain di Provinsi Kalimantan Utara secara keseluruhan. Ia menyebutkan bahwa garis kemiskinan di Tarakan merupakan yang tertinggi di provinsi ini.
“Ini menunjukkan standar hidup di Tarakan lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Artinya, pilihan kebutuhan di Kota Tarakan lebih banyak dan standar kesejahteraan juga meningkat,” tuturnya.
Dengan situasi ini, Umar berharap masyarakat Tarakan semakin sejahtera ke depannya.
“Potret kemiskinan ini tidak hanya mencerminkan kondisi mereka yang bekerja, tetapi juga sejauh mana intervensi pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan,” katanya.
Pemerintah, lanjut Umar, telah melakukan berbagai intervensi, baik melalui bantuan tunai maupun bantuan non-tunai, untuk membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan.
“Kami berharap program-program ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga tingkat kemiskinan di Tarakan semakin berkurang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Nurul Auliyah
Editor: Ramli







