benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan akan menggelar pasar murah pada 26-27 Februari 2025. Hal itu dilakukan sebagai langkah stabilisasi harga menjelang bulan Ramadan.
TPID juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memantau harga bahan pokok yang berpotensi mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Eddy Suriansyah menjelaskan, pasar murah ini akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Bank Indonesia (BI), Bulog, serta pelaku usaha ritel dan lokal.
“Kami bersama stakeholder terkait sepakat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, terutama beras, gula, dan minyak goreng. Ini langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Eddy, Rabu (20/2/2025).
Pasar murah ini rencananya akan dipusatkan di Masjid Al-Maarif, lokasi yang biasa digunakan untuk program serupa.
Eddy menyebut, pelaksanaan program ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama karena selisih harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Animo masyarakat selalu tinggi, karena selisih harga Rp1.000 hingga Rp2.000 saja bisa sangat berarti bagi mereka,” jelasnya.
Selain bahan pokok, pasar murah juga akan menyediakan berbagai kebutuhan lain seperti sayuran dan produk Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bahkan stok minimal 200 kilogram per komoditas akan disiapkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Charles J
Editor: Endah Agustina







