benuanta.co.id, TARAKAN – Meski program pemeriksaan kesehatan gratis terhadap masyarakat yang berulang tahun. Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan masih memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya.
Penjabat (PJ) Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si., menyampaikan program pemeriksaan kesehatan gratis yang sedang berjalan di Kota Tarakan menggunakan anggaran Alat Pelindung Diri (APD) kota serta program yang dikelola oleh Dinas Kesehatan. Namun, hingga saat ini jumlah penerima layanan tersebut masih dibatasi.
“Kami masih menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Saat ini, pemeriksaan kesehatan gratis dibatasi hanya untuk tiga orang per hari sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat,” ujar Bustan, Rabu (13/2/2025).
Ia juga menegaskan, program ini merupakan inovasi Pemkot Tarakan, khususnya melalui Dinas Kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat di sektor kesehatan. Pemkot berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan program ini meskipun dengan keterbatasan sumber daya yang ada.
Lebih lanjut, PJ Wali Kota menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada sasaran anggaran khusus yang dialokasikan secara resmi untuk program pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kalau untuk sasaran anggarannya memang belum ada, tidak ada. Jadi, ini murni inovasi dari pemerintah kota,” jelasnya.
Menurutnya, pembatasan jumlah penerima layanan dilakukan agar program tetap bisa berjalan dengan kapasitas yang ada. “Dengan kemampuan yang ada dan program yang tersedia, kita coba geser dan atur agar layanan tetap bisa berjalan meski jumlahnya terbatas,” tambahnya.
Ia menyebut jika bantuan dari pemerintah pusat sudah turun, maka kapasitas layanan pemeriksaan kesehatan gratis bisa ditingkatkan. Dengan tambahan anggaran, diharapkan lebih banyak masyarakat bisa menikmati fasilitas ini tanpa ada pembatasan harian.
Busatan juga mengajak masyarakat untuk tetap memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, meskipun layanan gratis masih dalam tahap penyesuaian. Selain itu, ia berharap agar dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah pusat bisa segera terealisasi untuk memperluas cakupan layanan kesehatan di daerah.
“Kami berupaya sebaik mungkin agar layanan ini bisa terus berjalan dan semakin berkembang ke depannya,” tutupnya. (*)
Reporter: Nurul Auliyah
Editor: Yogi Wibawa







