benuanta.co.id, BULUNGAN – Pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, tentunya perbedaan politik hanya boleh ada saat pencoblosan. Setelahnya sudah kembali seperti sediakala tanpa ada batas dalam berinteraksi.
Melihat hal itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kalimantan Utara (Kaltara) pun memanfaatkan momen tersebut untuk mengadakan seminar kebangsaan. Peserta yang terlibat adalah tokoh masyarakat, adat, agama dan pemuda serta elemen lainnya.
“Dalam seminar kebangsaan ini kita menghadirkan beberapa narasumber juga sebagai tokoh masyarakat seperti Dr. Marthin Bila yang juga sebagai perwakilan Kaltara di DPD RI yang mempresentasikan masyarakat Kaltara,” ujar Ketua DPD PIKI Kaltara, Obed Daniel Lumban Tobing kepada benuanta.co.id, Kamis 23 Januari 2025.
Bahkan tokoh agama tingkat nasional juga dihadirkan yakni pendeta Yandi Wanobe serta tokoh dari dunia pendidikan yaitu Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Borneo Tarakan, Dr Syafruddin.
“Kita libatkan lintas etnis dari semua lapisan masyarakat tidak terbatas suku dan agama. Tujuan seminar ini bagaimana kita memberikan wawasan dan pencerahan terkait keberagaman,” ucapnya.
Pesta demokrasi yang menghasilkan pemimpin selama 5 tahun kedepan telah selesai terlaksana. Walaupun didalamnya terdapat dinamika politik yang terkadang menimbulkan ketegangan sosial. Dirinya meminta kini kembali bersatu dalam membangun daerah Provinsi Kaltara.
“Baru saja kita melaksanakan pilkada, tentunya masyarakat kita terfragmen mendukung beberapa pasangan politik maka ini harus kita leburkan kembali,” papar pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kaltara ini.
Bahkan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara ini membeberkan masyarakat yang sempat terdapat pengelompokan harus kembali guyup dan bersatu. Selanjutnya berupaya mendukung pemerintah daerah melanjutkan program 5 tahun ke depan.
“Inikan tujuannya untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli