benuanta.co.id, TARAKAN – Siaga SAR dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 resmi berakhir pada 5 Januari 2025. Diketahui, sebanyak 69 personel Basarnas Tarakan disiagakan selama kurang lebih 3 Minggu untuk melakukan antisipasi dalam momen pergantian tahun.
Kepala Basarnas Tarakan, Syahril mengevaluasi pelaksanaan siaga SAR Khusus Nataru dinilai berjalan lancar dan aman. Pihaknya juga tak menemui kendala khusus selama pelaksanaan siaga SAR.
“Kecelakaan di pelayaran untuk di Kota Tarakan sendiri tidak ada, semua berjalan sesuai dengan prosedur,” katanya saat dikonfirmasi, Ahad (5/1/2024).
Namun, terdapat satu kecelakaan perairan berupa perahu terbalik yang terjadi di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan pada 31 Januari 2024. Namun, lantaran kejadian tersebut lambat dilaporkan, maka personel SAR baru melakukan operasi SAR pada 1 Januari 2025.
Adapun untuk aksi penyelamatan kecelakaan perairan di Kabupaten Nunukan, Basarnas mengerahkan seluruh potensi di Pos SAR Nunukan.
“Di Nunukan itu ada korban perahu terbalik, dua orang meninggal dunia. Karena laporannya malam, kemudian jaraknya juga sudah mengarah ke laut kurang lebih 16 nautical mile dari kami (Pos SAR),” jelasnya.
Terdapat pula operasi SAR untuk menyelamatkan korban bencana tanah longsor di Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan. Dalam insiden tersebut, sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan.
“Untuk di Tarakan masuk evakuasi di lapangan. Itu kecelakaan di daratnya. Kita bersama-sama dengan TNI Polri, masyarakat dan BPBD juga,” tutur Syahril.
Sementara untuk pengawasan di objek wisata, Syahril menilai kondusif. Pihaknya melaksanakan secara mobile dengan mengerahkan dua unit mobil untuk pengawas di darat. Untuk pengawasan di perairan, Basarnas Tarakan mengerahkan satu unit KN Seta dan menyiagakan dua perahu karet.
“Jadi kami sempat mutar Kota Tarakan, kita juga stay di depan Pantai Amal, dengan kapal yang besar di perairan situ. Secara keseluruhan berjalan lancar, kita bersyukur di tahun ini tidak terlalu banyak korban,” tandasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa






