benuanta.co.id, TARAKAN – Arus keberangkatan penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan mengalami peningkatan 2 persen dengan total 2.330 orang pada momen libur natal dan tahun baru (Nataru).
Puncak arus penumpang ini terjadi pada H-3 Hari Raya Natal yakni 22 Desember 2024.
“Ini ke semua lintasan, Nunukan, Malinau, KTT, Tanjung Selor dan Pulau Bunyu. Kalau paling mendominasi itu keberangkatannya ke Tanjung Selor,” ujar Staf Syahbandar Pembantu Pelabuhan Tarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Sudirman saat ditemui, Kamis (26/12/2024).
Ia mengatakan, meski ada peningkatan pada arus keberangkatan penumpang, pihaknya tidak menambah armada di Pelabuhan Tengkayu I. Sejauh ini, total keseluruhan armada yang beroperasi sebanyak 53 armada.
“Sempat kita komunikasikan dengan Dinas Perhubungan dan Gapasdap, ya belum ada tambahan (armada). Semuanya terlayani di armada yang ada saat ini,” lanjutnya.
Untuk arus balik sendiri, diprediksikan akan terjadi lonjakan pada 29 Desember 2024. Berdasarkan data saat ini jumlah kedatangan penumpang paling banyak terjadi pada 20 Desember 2024 yakni sebanyak 2.306 penumpang.
Menurutnya, mendekati pergantian tahun, jumlah penumpang yang tiba diperkirakan meningkat. “Karena kan di Tarakan ini banyak tempat hiburannya, bukan liburan pulang kampung. Karena di Tarakan juga mungkin banyak aktivitas hiburan apalagi pas tahun baru. Kemungkinan banyak dari Tanjung Selor, Nunukan dan Pulau Bunyu,” bebernya.
Dalam melayani penyeberangan melalui Pelabuhan Tengkayu I, Sudirman menegaskan mengantisipasi adanya potensi cuaca ekstrem. Pihaknya selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum keberangkatan speedboat. Tetapi, sejauh ini belum terdapat penundaan keberangkatan yang diakibatkan oleh cuaca.
“Masih aman saja, kalau hujan deras kan biasanya malam hari. Kalau pagi sampai siang hanya gerimis-gerimis saja,” tuturnya.
Adapun untuk hal lain seperti barang bawaan penumpang, menurut Sudirman masih dapat dikendalikan. Hal ini dikarenakan, momen Nataru adalah momen liburan, berbeda dengan momen Hari Raya Idul Fitri yang mana penumpang cenderung membawa banyak barang bawaan untuk mudik ke kampung halaman.
“Biasanya arus balik yang banyak barang bawaan. Tapi kita membatasi barang bawaan sebanyak 20 kilogram per orang. Untuk kondisi kapal juga kita sudah ramp check kan sebelumnya, jadi kita lihat kondisi kapal seperti life jacket dan sebagainya. Sudah diganti semua dengan yang baru,” tandas Sudirman. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







