60 Ribu Masyarakat Tak Salurkan Hak Pilihnya di Pilkada Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Partisipasi pemilih di Tarakan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 hanya menyentuh angka kisaran 60 persen. Angka tersebut sesuai dengan pleno rekapitulasi hasil perolehan penghitungan suara yang digelar pada 4 hingga 5 Desember 2024, kemarin.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, suara sah tercatat sebanyak 102.991, sementara suara tidak sah sebanyak 2.900. Jika melihat data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada di Tarakan sebanyak 172.962. Sehingga jika ditotalkan, terdapat kurang lebih 67.071 pemilih yang tak menyalurkan hak suaranya.

Baca Juga :  Kekurangan Ruang Kelas, SMK Negeri 4 Tarakan Manfaatkan Gudang Disekat

“Kalau tidak salah di Pemilihan Gubernur itu 60 persen (partisipasi pemilih), kalau tingkat kota itu 61 persen,” ujar Ketua KPU Tarakan, Dedi Herdianto.

Ia melanjutkan, jika dibandingkan dengan data partisipasi pemilih pada Pemilu serentak Februari 2024 lalu, angka partisipasi kali ini menurun signifikan. Saat Pemilu, angka partisipasi pemilih di Tarakan menyentuh rata-rata 80 persen. Menurutnya, tren di Pilkada, partisipasi pemilih cenderung mengalami penurunan.

Dedi menuturkan, penurunan partisipasi ini juga seiring dengan kondisi cuaca hujan yang terjadi di Tarakan di hari H pencoblosan.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Muhammadiyah Tarakan Gelar Tarhib Penguatan Spiritual Umat

“Kemungkinan cuaca hujan menjadi faktor. Karena sampai jam 10.00 itu masih hujan deras, jadi tersisa dua jam untuk memilih. Setelah itu waktu akan digunakan untuk pemilih yang menggunakan KTP,” lanjutnya.

Penurunan partisipasi pemilih ini, dikatakan Dedi tak hanya terjadi di Kota Tarakan saja. Begitu juga dengan kabupaten lainnya yang ada di Kaltara juga mengalami tren penurunan partisipasi pemilih.

Lebih lanjut dijelaskannya, KPU Tarakan juga telah melakukan upaya berupa sosialisasi Pilkada 2024.

Baca Juga :  Selama Ramadan Polres Tarakan Antisipasi Balap Liar hingga Penimbunan Bahan Pangan

“Kalau tadi hanya terjadi di Tarakan saja perlu dipertanyakan kinerja KPU Tarakan, tapi ini terjadi di seluruh wilayah Kaltara lainnya. Sementara upaya berupa sosialisasi juga kita lakukan sebelumnya,” jelasnya.

Meski demikian, KPU Tarakan tetap melakukan evaluasi dan berbenah untuk pelaksanaan pesta demokrasi selanjutnya.

“Pasti kami akan evaluasi, pada intinya KPU Tarakan berupaya memberikan yang terbaik, baik itu untuk partisipasi pemilih dan menyadarkan untuk menyalurkan hak pilihnya,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *