Angka Golput Capai 70-an Ribu di Tarakan, KPU Salahkan Cuaca

benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan membenarkan adanya penurunan partisipasi masyarakat pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Tarakan.

Berdasarkan data yang diperoleh benuanta.co.id, sekitar 70.204 pemilih dari total Daftar Pemilih Tetap  (DPT) 172.962 pemilih yang memilih golongan putih (Golput) alias tidak memilih di Tarakan ditambah suara tidak sah. Namun yang Golput sangat banyak. Tentu ini menjadi catatan dan evaluasi bagi penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU Tarakan.

Menurut Ketua KPU Tarakan Dedi Herdianto, tingginya angka Golput ini akibat kondisi cuaca hujan yang terjadi pada hari H pencoblosan.

“Terkait tingkat partisipasi ini, jauh-jauh hari baik dari KPU Provinsi maupun KPU Kota Tarakan sudah memprediksi akan hal ini (penurunan). Mungkin ini dipengaruhi oleh cuaca,” ujar Ketua KPU Tarakan, Dedi Herdianto saat ditemui Ahad (1/12/2024).

Dilanjutkan Dedi, penurunan partisipasi pemilih ini tak hanya terjadi di Kota Tarakan. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa hal serupa juga terjadi di wilayah Kaltara lainnya. Selain faktor cuaca, KPU memetakan tren partisipasi pemilih di Pilkada selalu berbeda dengan tingkat partisipasi di Pemilu atau Pileg.

“Secara umum itu angka partisipasinya juga mengalami penurunan,” lanjutnya

Dedi menjelaskan, jauh hari sebelum pelaksanaan Pilkada, KPU Tarakan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, seperti sosialisasi. Namun, pihaknya tak menampik terdapat sebagian masyarakat yang tidak tersentuh sosialisasi.

“Kami sudah lakukan sosialisasi di tingkat kelurahan, karena kelurahan ini gerbang menuju RT. Kami juga undang ketua RT dengan harapan menyampaikan ke masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, KPU Tarakan tak dapat memaksakan kehendak sebagain kalangan yang enggan menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2024. Karena, hal itu kembali lagi ke kesadaran masyarakat masing-masing.

Lebih lanjut, Dedi menyebut, apalagi wilayah Tarakan didominasi oleh nelayan atau petambak sebagai mata pencaharian. Sehingga, hal tersebut turut menjadi faktor rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada.

Terdapat pula sebagian masyarakat yang tidak menerima C Pemberitahuan dari KPU Tarakan. Dedi menegaskan, sebenarnya hal itu tidak berdampak pada kehadiran pemilih di TPS. Lantaran, pemilih dapat tanpa C Pemberitahuan dengan catatan namanya tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan memiliki e-KTP.

“Yang menjadi syarat utama terdaftar di DPT. Meskipun kita dapat surat pemberitahuan tapi tidak terdaftar di DPT tidak bisa memilih. Teman-teman KPPS juga kalau ada pemilih yang tidak memiliki C pemberitahuan akan tetap melayani. Contoh real, saya tidak mendapatkan surat pemberitahuan, karena saya sudah pindah dari tempat yang didata sebelumnya,” bebernya.

Sejauh ini KPU Tarakan belum dapat mengeluarkan data resmi terkait partisipasi pemilih. Meski, empat kecamatan di Tarakan telah selesai melakukan rekapitulasi dan menyerahkan hasil perhitungannya. Nantinya, data partisipasi pemilih ini akan terlihat setelah rekapitulasi di tingkat kota.

“Kami belum bisa menyebut angkanya berapa, tapi kalau untuk penurunan tingkat partisipasi pemilih ya kami sudah memprediksi. Kalau kemarin itu hitungan secara quick count, bukan data yang kami rilis,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor Ramli 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *