Uji Sampel Pangan di Pasar Inhutani, Sayuran Asal Malaysia Positif Residu Pestisida

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan da Pertanian Kabupaten Nunukan melakukan pengawasan menjelang hari raya Idulfitri, dan mengambil sampel untuk pengujian pangan segar asal tumbuhan pada Kamis, 28 Maret 2024.

Pengambilan sampel ini untuk memastikan pangan segar di Nunukan bebas dari cemaran kimia, seperti residu pestisida, mikotoksin logam berat yang dapat menggangu kesehatan.

Baca Juga :  Pilot Korban Jatuhnya Pesawat di Krayan Dalam Proses Evakuasi Basarnas

Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Eka Retna Ambarwati mengatakan hari pertama pengambilan sampel ini dilakukan di pasar tradisional Inhutani.

“Kami mengambil sebanyak 15 sampel sayuran untuk diuji residu pestisida, mikotoksin logam berat. Untuk pangan dari Nunukan hingga luar termasuk dari Tawau Sabah, Malaysia,” kata Eka kepada benuanta.co.id, Jumat (29/3/2024).

Baca Juga :  DKUKMPP Nunukan Sidak Alat Ukur di Pasar Tradisional, 3 Timbangan Disita Petugas

Dari hasil uji sampel yang dilakukan pengawas mutu hasil pertanian, untuk pangan asal Malaysia positif menggandung residu pestisida yakni sayuran buncis, sedangkan pangan sayuran dalam negeri aman tidak mengandung residu pestisida atau tidak tercemar.

“Agar tidak berbahaya dikonsumsi sebaiknya dicuci harus besih, atau dapat juga menggunakan sabun pencuci buah atau sayur agar zat pestisidanya hilang,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Resmikan Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan di Kabupaten Nunukan

Selain itu, kata eka, biasanya sampel yang positif pihaknya akan langsung melakukan pembinaan kepada pelaku usaha untuk menelusuri ke petaninya. Namun karena ini produk luar, sehingga mereka juga mengalami kesulitan untuk melakukan pembinaan secara langsung. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *