benuanta.co.id, BERAU – Kabupaten Berau bakal melakukan penanggulangan kemiskinan dengan cara by name by addres. Hal itu akan dilakukan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Berau, melalui Tim koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan Kabupaten Berau.
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Berau, Endah Ernany Triariani mengatakan telah lakukan pertemuan bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Hal ini terkait pelaksana program penanggulangan kemiskinan terkait, pertemuan tersebut diadakan guna menuntaskan data penduduk miskin Kabupaten Berau agar bisa terverifalidasi,” ucapnya Rabu (13/3/2024).
“Kita juga memanggil OPD-OPD teknis terkait yang masuk di dalam SK TKP2K seperti dinas sosial, pendidikan, dan capil yang melaksanakan program penanggulangan kemiskinan,” tambahnya kepada benuanta.co.id.
Dirinya menjelaskan, ke depan dengan data penduduk miskin yang sudah terverifalidasi, maka program insiatif milik pemerintah daerah yang berkaitan erat dengan penuntasan penduduk miskin dipastikan dapat terealisasi secara optimal.
“Supaya kita satu data untuk beberapa program insiatif daerah. Seperti beasiswa kalo di dinas pendidikan, serta bantuan rumah layak huni kalo di dinas sosial,” ungkapnya.
Kemudian untuk merealisasikan rencana tersebut, Endah menjelaskan bakal kerja sama dengan pihak kelurahan dan kepala kampung
“Itu nanti menjadi tugas pemerintah kabupaten melalui dinas sosial untuk memverfalid data penduduk miskin yang ada di lapangan, dengan melibatkan peran serta kakam dan lurah, sebab mereka yang tahu kondisi lapangan seperti apa,” tuturnya
Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini ada dua kecamatan yang belum memiliki data verfalid Penduduk miskin yang lengkap yaitu Sambaliung dan Tanjung Redeb.
“Ketika semua sudah terkumpul, nanti akan di SK-kan oleh Bupati lalu dikirim ke Kementerian Sosial dan PMK. Sehingga program-program penanggulangan kemiskinan yang dari pusat itu bisa mengacu pada 1 basis data kita,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie
Editor: Nicky Saputra







