benuanta.co.id, BERAU – Sepanjang tahun 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau telah mencatat 111 kasus akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tak hanya itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menjelaskan akibat karhutla tersebut total luasan area yang terbakar pun mencapai 306 Hektare (Ha).
“Penyebab Karhutla menyebabkan angka tersebut meningkat dari tahun 2022 yang hanya sebanyak 34 kasus dengan luas lahan terbakar mencapai 87,5 hektare,” ucapnya Selasa (23/1/2024).
Sambungnya, kecamatan yang kerap mengalami Karhutla yakni Kampung Labanan Jaya dan Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur dan Kecamatan Kelay, Segah serta Tanjung Batu dan Tabalar.
“Tentu faktor cuaca ekstrem juga di tahun 2023, yang menjadi kasus karhutla meningkat,” ungkapnya.
Alhasil akibat Karhutla banyak terjadi sepanjang 2023 lalu masyarakat yang mengalami kerugian material bahkan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kemudian suhu panas ekstrem dan juga masih banyaknya lahan gambut di Bumi Batiwakkal menjadi faktor terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Nofian penyebab membuka lahan dengan cara dibakar juga menjadi akar utama Karhutla.
“Selain itu, faktor cuaca juga pun cukup besar menjadi penyebab Karhutla, mencapai 70 persen,” ungkapnya.
Hal tersebut, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar semakin sadar untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Mengingat Karhutla pernah membuat dunia pendidikan dan penerbangan setop sementara akibat kabut asap beberapa tahun lalu yaitu Kejadian 2015 lalu, benar-benar parah. Masyarakat akhirnya sadar risiko yang harus ditempuh,” imbuhnya.
Selain itu, Nofian mengimbau masyarakat yang ingin membuka lahan, sebaiknya dengan cara dirintis bukan dibakar.
“Dikhawatirkan bakal membakar lahan yang lainnya. Sebab pembukaan lahan dengan cara dibakar saat musim panas, embusan angin bisa membawa bara api ke lahan yang kering,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie
Editor: Ramli







