benuanta.co.id, BERAU – Awal tahun 2024 ini Kabupaten Berau dihadapkan dengan kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg).
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kabupatan (Setkab) Berau, Kamaruddin mengungkapkan penyebab terjadinya kelangkaan LPG 3 Kg karena pendistribusian yang tidak teratur dengan baik dan bijak.
“Lalu fenomena sekarang yang ditemukan penerima yang wajib seharusnya adalah masyarakat kurang mampu, dan pelaku UMKM, tetapi ini dipakai orang mampu. Seharusnya ini yang bisa kita kontrol pendistribusian agar tepat sasaran,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (13/1/2024).
Kamaruddin bahkan menilai saat ini jumlah stok gas melon yang disalurkan PT Pertamina ke agen hingga ke pangkalan seharusnya tercukupi.
“Namun banyak pihak yang mampu juga ikut menikmati gas melon bersubsidi ini. Apa lagi permintaan meningkat sehingga terjadilah kelangkaan akibat penggunaan Lebih banyak daripada ketersediaan stok gas melon itu,” katanya.
Pihaknya juga menyebut, pengawasan juga diperlukan untuk memastikan tepat sasaran. Apa lagi penerima yang berhak serta memberlakukan subsidi tertutup atau masyarakat yang ingin membeli gas melon diwajibkan menyertakan identitas dirinya atau KTP.
“Serta wajib juga berdomisili Berau. Ini diberlakukan di agen dan pangkalan. Karena per 1 Januari kemarin sudah diberlakukan. Tidak hanya di Berau, syarat penggunaan KTP ini juga sudah berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” bebernya.
Kendati demikian, pihaknya akan melakukan sinkronisasi data, walaupun memang diakuinya akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan lintas OPD.
“Termasuk memindahkan kewenangan pengawasan pendistribusian ke Diskoperindag Berau. Ini pekerjaan rumah kita bersama. Kami saat ini tupoksinya membantu saja, sekarang yang berwenang adalah Diskoperindag. Anggaran juga sudah dialihkan ke sana,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie
Editor: Yogi Wibawa







