Rute Tarakan-Tawau Kembali Dibuka, Bea Cukai: Butuh Penunjang 

benuanta.co.id, TARAKAN – Pembukaan kembali rute internasional Tarakan-Tawau membuat Bea Cukai Tarakan turut melakukan pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyelundupan barang terlarang dari negara tetangga.

Sebelumnya, Kapal Indomaya telah berlabuh di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan sejak Kamis, 23 November 2023 kemarin dan membawa sekitar 27 penumpang dari Tawau.

Kepala Bea Cukai Tarakan, Johanes Pandores mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan sejak sebelum ditundanya penyebrangan internasional ini pada September lalu. Pun dengan kedatangan penumpang pekan lalu juga sudah ditangani dengan baik.

“Persiapan kita sudah siap. Secara umum berjalan baik. Sisi SDM, sistem juga tempat juga sudah siap. Terutama untuk menutup akses sehingga kita harapkan steril,” katanya, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Extra Dropping dan Gelar Operasi Pasar Sambut Ramadan dan Nyepi

Meski begitu, terdapat beberapa hal yang masih harus diperbaiki seperti, ruangan untuk barang lose and found. Ruangan ini dirasa perlu lantaran membantu penumpang dalam menemukan barangnya yang hilang.

Selanjutnya tag barang penumpang. Hal ini untuk mengantisipasi adanya barang yang tertukar. Menurutnya, tag barang tersebut harus connect dengan tiket penumpang.

“Alhamdulillah kemarin tidak ada yang kopernya sama. Tapi dari sisi Bea Cukai itu krusial. Nanti tiba-tiba ada barang yang terlarang akhirnya lempar-lemparan. Tapi kalau ada tagnya itu siapa maka kita akan mudah juga,” beber Johanes.

Baca Juga :  Indosat Hadirkan GENsi di Tarakan untuk Perkuat Literasi Digital dan AI

Pihaknya turut mengusulkan adanya tiket yang langsung menyatu dengan pengangkutan barang oleh Tenaga Kerja Buruh Malundung (TKBM). Saat ini, penumpang harus membayar terpisah terkait bea masuk dan juga barang yang diangkut TKBM.

“Jadi seharusnya jadi satu. Sekali bayar saja. Itu kesannya agak kurang baik, begitu datang terus ditagih TKBM. Jadinya seperti calo. Tapi kalau dari sisi kita SDM kita siagakan jam berapa pun cuma ya butuh penunjang-penunjang lain,” sambungnya.

SDM yang disiagakan pun melihat kembali total penumpang yang akan datang. Pengawasan dan pemeriksaan pun terbagi yakni untuk pemeriksaan X-Ray juga pelayanan untuk barang-barang.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

“Ada petugas yang di dermaga, terminal, barang, dan penumpangnya,” tuturnya.

Saat ini pun, petugas yang standby di X-Ray juga sudah dibekali khusus seperti mengetahui barang yang dilarang masuk ke wilayah Indonesia. Jika terdapat sesuatu yang meragukan di dalam koper tersebut maka akan dilakukan penggeledahan. Petugas yang disediakan pun terdapat laki-laki dan perempuan.

“Sesuai kebutuhan, kalau barang laki-laki diperiksa petugas laki-laki. Kalau punya perempuan ya petugas perempuan yang memeriksa. Pada kedatangan Kamis kemarin tidak ada juga barang terlarang,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *