benuanta.co.id, TARAKAN – Trend Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Tarakan meningkat, Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan akan membentuk bikin tim khusus untuk penanganan ODGJ.
Hal tersebut dibenarkan oleh Penyuluh Sosial Ahli Muda Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinsos Tarakan, Akhmad Suja’i. Ia mengatakan memang trend ODGJ di Tarakan mengalami kenaikan. Di tahun 2021 sebanyak 9 ODGJ yang di tangani oleh Dinsos Tarakan, 11 di tahun 2022 dan 8 orang di tahun 2023. Menurut data Dinsos Tarakan, ada beberapa ODGJ yang berkeliaran di jalan bahkan ada yang mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar.
“Yang berkeliaran yang terdata saat ini ada sekitar 5 orang. Akan kita ambil kita rawat karena itu salah satu kewajiban pemerintah,” ujar Suja’i, Selasa (28/11/2023).
Terkait hal tersebut, tim khusus yang akan dibentuk nantinya akan melakukan pendataan ulang terhadap ODGJ di Tarakan. Tim khusus tersebut terdiri dari Dinsos sendiri, pihak RSUD dr. H. Jusuf SK, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Satpol PP dan termasuk keluarga dari ODGJ tersebut.
Ia menjelaskan alasan pihak keluarga dimasukkan sebagai tim khusus karena menurutnya, Keluarga harus terlibat dalam hal ini dan tidak bisa lepas tangan. “Jangan sampai selesai eksekusi, orangnya sembuh pada saat mau pulang keluarga tidak mau terima, kan jadi masalah mau tinggal dimana. Makanya sistem ini harus simultan tidak hanya pemerintah yang bekerja pihak keluarga pun harus membantu,” jelasnya.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jika ODGJ yang berkeliaran tidak ditangani apalagi yang mengganggu ketertiban akan menyebabkan kerugian bagi ODGJ sendiri bahkan masyarakat pun akan menjadi korban.
“Kita antisipasi sebelum terjadi. Jangan sampai orang gila bunuh orang waras,” ungkapnya.
Disinggung mengenai biaya, akan ada assessment oleh Dinsos Tarakan. Jik memang pihak keluarga tidak untuk merawat maka akan diambil alih oleh Dinsos Tarakan. “Nanti akan dibuatkan BPJS sendiri. Kalau dari luar kota kita usahakan dia punya KTP bagaimana pun caranya,” lanjutnya.
“Idealnya kita harus punya tempat khusus, rumah sakit jiwa, rumah sakit ketergantungan obat Kita harus siapkan jauh-jauh hari. Kita ini daerah berkembang apalagi nanti ibukota negara tidak jauh dari kita. Mudah mudahan ke depannya ada perbaikan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







