benuanta.co.id, BERAU – Deklarasi damai calon kepala kampung pada Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak bakal berlangsung pada Selasa (24/10/2023) mendatang di 12 Kecamatan Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Berau, Tentram Rahayu menjelaskan, peserta deklarasi berasal dari Forkopimda, Camat sekabupaten Berau, serta seluruh jajaran Kapolsek dan Calon Kepala Kampung.
“Sebanyak 173 orang calon kepala kampung berasal dari 53 Kampung. Semua mengikuti pilkakam serentak, hanya Tanjung Redeb yang tidak karena masuknya kelurahan,” ungkapnya, Rabu (18/10/2023).
Tentram mengatakan sebanyak 173 orang tersebut berlatar belakang sebagai petahana, perangkat kampung, anggota BPK, TNI, pejuang Sigap, P3K dan PNS.
“Lalu kalau untuk pihak yang berstatus PNS nantinya akan mengambil cuti dan sudah diberikan rekomendasi oleh pembina kepegawaian tertinggi yakni Bupati Berau,” tuturnya.
Sementara itu, kata dia, berkas para calon semuanya sudah lengkap dan telah diverifikasi sehingga sudah menjadi calon yang tetap.
“Terdapat 3 kampung yang melaksanakan ujian tertulis, seperti di Teluk Semanting yang memiliki 7 bakal calon. Sebab hanya boleh 5 saja calonnya,” ungkapnya.
Dirinya sebagai panitia akan melanjutkan distribusi logistik, surat suara, undangan pilkakam, baliho dan spanduk perhitungan suara, stempel TPS bagi kampung.
“Dan pada hari ini kita para peserta, diberikan pembekalan untuk kondusifitas jelang pemilihan,” bebernya.
Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengucapkan selamat kepada 173 calon kepala kampung yang telah ditetapkan.
“Tentu saja para saudara adalah para putra-putri terbaik di setiap kampung,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada para calon, untuk bersungguh-sungguh dalam memaksimalkan potensi kampung, bekerja sesuai aturan dan tugas pokok dan fungsinya.
“Dan bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat kampung. Saya berharap semua tahapan hingga pemilihan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Ia juga memberikan semangat untuk menang dengan cara berkampanye dengan baik tanpa adanya unsur money politic.
Apalagi, kata dia, ini pemilihan calon kepala kampung yang berlatar belakang sebagai PNS, aparatur kampung, pejuang Sigap untuk menjaga kondusifitas serta tidak memberikan janji palsu untuk masuk ke lembaga kampung.
“Saya tegaskan jangan menjanjikan pendukung untuk dijadikan perangkat kampung, maupun memberikan politik uang, saya mohon semua ditaati dan berlaku profesional,” tutupnya.(*)
Reporter: Georgie
Editor: Ramli







