benuanta.co.id, NUNUKAN – Sejak Januari hingga 17 Oktober 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat ada 39 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Nunukan. Didominasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak 26 kali dan banjir 4 kali.
Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, M Basir menjelaskan bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan ada 10 kecamatan yang terdampak, di wilayah Krayan hampir semua kecamatan, wilayah Sembakung, Sembakung Antulai, Lumbis dan Sebuku Lumbis Ogong.
Sedangkan bencana banjir di dua wilayah ini ada perbedaan karakter. Untuk wilayah Krayan yang terdampak hanya infrastruktur, sedangkan wilayah Sembakung, Sembakung Antulai, Lumbis, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, yang terdampak selain infrastruktur juga warga setempat.
“Banjir di wilayah Sembakung, Sembakung Antulai, Lumbis, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong adalah banjir kiriman dari wilayah Malaysia, sedangkan wilayah Krayan adalah banjir bandang dengan curah hujan yang tinggi,” kata M Basir, kepada benuanta.co.id, Selasa, 17 Oktober 2023.
Selain itu, Kasubdit Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Mulyadi menyampaikan kejadian yang terjadi di Kabupaten Nunukan sebanyak 39 kejadian.
Sejak Januari hingga 17 Oktober 2023, kejadian yang tercatat di BPBD Nunukan pertama banjir sebanyak 4 kali, tanah longsor 2 kali, angin puting beliung 2 kali, Karhutla itu terbanyak terjadi yakni 26 kali, kekeringan 2 kali, dan yang diterkam buaya 3 orang.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih siap siaga menghadapi bencana dan kami juga sudah mensosialisasikan terkait Desa Tangguh Bencana (Destana) agar mereka bentuk,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







