benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) membuka kegiatan Kelas Pemuda dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Hotel Swissbell pada Jumat, 15 September 2023.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 15 hingga 16 September 2023. Kegiatan ini pun mengangkat tema ‘Mewujudkan pemerintahan daerah yang terintegras dengan melibatkan peran pemerintah kota daerah anti Korupsi’.
Gubernur Kaltara, Drs. H Zainal Arifin Paliwang mengatakan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan oleh KPK RI. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan pemahaman dalam mendorong keterlibatan masyarakat khususnya generasi muda dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Ia pun berharap setelah menerima pembekalan, peran pemuda dapat menyampaikan imbauan kepada masyarakat lain yang ditemui untuk tidak melakukan korupsi khususnya di Kaltara. Menurutnya peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan pemuda yang sudah terseleksi.
“Yang terseleksi ini yang berhasil lolos untuk dilakukan pembinaan sebagai perpanjangan tangan dari KPK. Harapan besar kami, pemuda dapat menjadi ujung tombak di Provinsi Kaltara dalam hal pemberantasan korupsi,” ujar Gubernur Drs. H Zainal Arifin Paliwang saat konferensi pers bersama awak media.
Sebagai kepala daerah Provinsi Kaltara, Drs. H Zainal Arifin Paliwang menetapkan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk pemberantasan korupsi di Kaltara.
“Ada 7 kami lakukan termasuk nota kesepahaman dari Polda dan Kajati bersama Pemprov Kaltara, termasuk cyber pungli yang sudah bergerak terus dan itu sudah ditarget,” imbuhnya.
Terpisah, Pelaksana Harian (PLH) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Jhonson Ridwan Ginting mengatakan Pemuda merupakan harapan bangsa yang akan meneruskan estafet dari para pemimpin bangsa.
“Pencegahan korupsi harus dimulai dengan menanamkan sikap anti korupsi bagi para pemudanya jadi itu adalah hal yang sangat strategis,” jelas Jhonson pada awak media.
Dalam kegiatan ini KPK RI telah membagi menjadi beberapa sasaran pencegahan korupsi yang dimulai dari tokoh agama, masyarakat, perempuan dan pemuda.
“Untuk pemuda kita akan berikan materi yang jauh lebih kompleks seperti tentang pemahaman korupsi, kita juga memberikan materi terkait apa saja yang dimaksud korupsi di sektor sumberdaya alam, kita siapkan juga materi tentang jurnalistik kemudian kita mengajarkan tentang bersatu dan mulai memikirkan tindaklanjut yang harus dilakukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Nicky Saputra







