Lahan Mengandung Batu Bara Membara di Pasir Putih

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran kembali terjadi di lahan kosong area Pasir Putih RT 53 di depan Kedai Rumpi pada 17.00 WITA, Ahad, 6 Agustus 2023.

Kebakaran ini menghanguskan lahan seluas 50 meter persegi. Saat dikonfirmasi, Komandan PMK Sektor Barat, Lansius mengungkapkan pihaknya menerima informasi sekira pukul 17.00 WITA dan tiba di lokasi pada pukul 17.20 WITA.

“Kita terima dari warga Pasir Putih. Ini lahannya milik Iwan TP,” ungkapnya, Ahad (6/8/2023).

Baca Juga :  Ingin Masyarakat Fokus Ibadah, Satlantas Tarakan Siapkan Pengamanan Lalu Lintas di Bulan Ramadan

Dilanjutkannya, setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung melakukan proses pemadaman di area yang terbakar. Diduga lahan yang terbakar itu mengandung batu bara.

Proses pemadaman pun telah berlangsung selama 60 menit namun keseluruhan api belum mampu dijinakkan petugas.

“Untuk pemilik belum ada konfirmasi juga ke kami. Tapi memang ini lahan mengandung batu bara,” sambungnya.

Diduga kebakaran lahan ini terjadi lantaran cuaca panas beberapa waktu terakhir. Cuaca panas yang didukung adanya kandungan batu bara membuat api semakin cepat membesar dan merambat di area lahan yang banyak ditumbuhi semak belukar kering.

Baca Juga :  Tambah 2 Unit X-Ray, Pelindo Perkuat Deteksi Barang Terlarang di Pelabuhan Malundung

“Untuk dugaan lain seperti sengaja dibakar itu belum bisa kami tentukan. Mungkin nanti dari teman-teman kepolisian,” tutur Lansius.

Dari pemadaman yang dilakukan, pihaknya mengerahkan 2 unit armada dari PMK Sektor Barat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan.

Berkaca pada kebakaran lahan sebelumnya, pemadaman memerlukan waktu lumayan lama. Terlebih, api-api tersembunyi dibalik tanah juga perlu diwaspadai. Dalam proses pemadaman ini, seharusnya dikerahkan juga eksavator guna mengeruk lahan yang terbakar.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Tinjau Kesiapan Pelabuhan Malundung Jelang Arus Mudik 2026

“Minimal dibuatkan sekat untuk kolam. Jadi kita isi air disitu. Biasanya begitu kalau batu bara. Karena ini kondisinya di bukit jadi agak sulit. Nanti kita akan koordinasi dengan pemilik dan BPBD,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *